Pandeglang, RK Program penanaman jagung serentak di Kampung Eurih Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten...
Pandeglang, RK
Program penanaman jagung serentak di Kampung Eurih Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat setelah muncul informasi yang menyebutkan hasil panen jagung BUMDes mencapai 1,6 ton dengan anggaran Rp 140 Juta.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Cibaliung, Anah Mulyanah,S.TP menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni pendampingan kelompok tani (poktan) dan tidak berkaitan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Program jagung ini melalui pendampingan penyuluh pertanian bersama tim Polsek Cibaliung. Tidak ada kaitannya dengan BUMDes,” ujar Anah saat dikonfirmasi media, pada Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, kegiatan penanaman jagung dilakukan bersama poktan dan didampingi langsung oleh penyuluh pertanian serta jajaran kepolisian sektor Cibaliung. Ia memastikan, pihaknya tidak pernah membahas ataupun merancang program jagung tersebut bersama pengelola BUMDes.
“Saya juga sudah koordinasi dengan Pak Kapolsek. Beliau juga tidak mengetahui adanya kegiatan BUMDes terkait jagung. Kami tahunya hanya mendampingi kegiatan jagung poktan saja,” tegasnya.
Benih dan Pupuk disalurkan melalui Polsek
Terkait sumber sarana produksi, Anah menjelaskan bahwa tidak ada anggaran khusus dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang ada berupa benih, dan pupuk, untuk mendukung penanaman jagung.
“Tidak ada biaya operasional. Hanya benih dan pupuk saja untuk kegiatan jagung,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Cibaliung, IPTU Asep Jamaludin, SH. Ia menegaskan bahwa penyaluran benih, pupuk pestisida dilakukan melalui Polsek Cibaliung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.
“Benih dan pupuk pestisida yang disalurkan berasal dari Dinas Pertanian Provinsi Banten. Polsek Cibaliung membantu menyalurkan kepada kelompok tani serta melakukan pendampingan di lapangan,” ujarnya Kapolsek Cibaliung saat ditemui di Kantornya.
Ia juga menegaskan bahwa program tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan BUMDes Desa Cibingbin.
“Perlu kami tegaskan, kegiatan penanaman jagung ini tidak ada kaitannya dengan program BUMDes Desa Cibingbin. Ini murni program pendampingan kelompok tani dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Asta Cita Presiden RI H. Prabowo Subianto” tegasnya.
Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri dalam menyukseskan program pemerintah menuju swasembada pangan, kemandirian pangan, peningkatan produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani.
“Kehadiran Polri dalam program ini untuk memastikan distribusi sarana produksi berjalan aman dan tepat sasaran, serta mendukung keberhasilan panen. Ini bagian dari kontribusi terhadap ketahanan pangan dan ketahanan nasional,” tambahnya.
Data Serapan Bulog
Anah menambahkan, sebagian besar penanaman dilakukan secara tumpang sari dengan padi gogo. Beberapa tanaman juga dipanen muda, sehingga data jagung kering pipil yang tercatat tidak sepenuhnya menggambarkan total produksi di lapangan.
Berdasarkan data pendampingan yang dilaporkan, dari Poktan Bakti Usaha tercatat jagung kering pipil yang terserap mitra Bulog mencapai 2.434 kilogram.
“Yang dilaporkan itu yang dibawa oleh mitra Bulog. Data ini dari Pak Kapolsek yang mendampingi langsung,” ujarnya.
Terkait adanya klaim hasil panen 1,6 ton yang dikaitkan dengan BUMDes, Anah menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak yang menyampaikan informasi tersebut.
“Harus ditanyakan dulu itu hasil nanam siapa,” katanya.
Ia juga membantah adanya Poktan Rimba Lestari sebagaimana disebutkan salah satu pihak.
“Tidak ada Poktan Rimba Lestari. Itu mungkin nama BUMDes,” tegasnya.
Anah menambahkan, hingga saat ini dirinya belum pernah berkomunikasi langsung dengan pihak yang disebut-sebut mengelola kegiatan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BUMDes Desa Cibingbin belum memberikan keterangan resmi terkait informasi yang beredar. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi.
(YEN)

COMMENTS