Bone Bolango, RK 11 September 2025 — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pria bernama Harfin Halib, warga Suwawa, kembali menjadi sor...
Bone Bolango, RK
11 September 2025 — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pria bernama Harfin Halib, warga Suwawa, kembali menjadi sorotan publik setelah pihak keluarga korban akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah klarifikasi resmi, keluarga korban membantah sejumlah narasi yang beredar di media sosial dan meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menilai situasi yang sebenarnya terjadi.
Menurut penuturan keluarga, kejadian nahas itu terjadi pada Senin, 8 September 2025, di wilayah Tombulilato, Kecamatan Bonepantai, saat Harfin Halib bertemu dengan dua orang sepupunya, yang kini berstatus terlapor, yakni Waston Nusa dan Junaid Nusa. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menanyakan alasan penghentian pembayaran hasil penjualan tanaman milik keluarga, yang selama ini dikelola bersama.
Namun, menurut kronologi dari pihak keluarga, pertemuan itu berubah menjadi tragedi. Harfin Halib diduga dikeroyok oleh kedua pelaku. Salah satu pelaku disebut-sebut mencekik leher korban, sementara pelaku lainnya memukul wajah korban berkali-kali menggunakan batu berukuran cukup besar hingga korban tersungkur dan tidak dapat melawan. Beruntung, aksi brutal tersebut dihentikan oleh seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Korban kemudian langsung dibawa ke rumah sakit oleh kerabatnya untuk mendapatkan perawatan medis dan melakukan visum, sebelum akhirnya perkara ini dilaporkan ke Polsek Boneraya dan dilimpahkan ke Polres Bone Bolango.
Keluarga korban menyesalkan sikap salah satu pelaku yang menurut mereka justru terlihat tidak menunjukkan penyesalan, bahkan sempat memberikan senyuman ketika ditanya alasan melakukan penganiayaan. “Sebagai anak, hati saya hancur melihat ayah saya diperlakukan seperti itu,” ungkap pihak keluarga.
Menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan kehadiran sejumlah anggota keluarga korban di kantor polisi, termasuk seorang anggota TNI dan kerabat lain, pihak keluarga menegaskan bahwa tidak ada tindakan pemukulan terhadap pelaku dalam video tersebut. Justru, menurut klarifikasi, salah satu kerabat korban yang hampir terpancing emosi saat melihat pelaku ditahan oleh anggota keluarga lainnya yang juga merupakan TNI aktif.
Pernyataan dari istri salah satu pelaku yang menuding kehadiran anggota TNI sebagai “bayaran” juga dibantah keras oleh keluarga korban. “Itu keluarga kami sendiri, mereka datang karena ingin melihat kondisi ayah kami sebagai korban, itu hal yang sangat wajar,” tegas pihak keluarga.
Saat ini, kasus tersebut telah resmi ditangani oleh Polres Bone Bolango, dan pihak keluarga berharap proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. Mereka juga meminta masyarakat, khususnya warganet, untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi sepihak yang belum tentu benar.
“Kami selama ini memilih diam, tapi saat pelaku justru memutarbalikkan fakta di media sosial dan mengaku sebagai korban, kami tidak bisa tinggal diam. Kami ingin keadilan ditegakkan,” tutup keluarga korban.
Lkmn

COMMENTS