Banten, RK Program ketahanan pangan di Desa Sukacai Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten kini menjadi bahan perbincangan di ...
Banten, RK
Program ketahanan pangan di Desa Sukacai Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten kini menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat. Pasalnya, program ketahanan pangan (ketapang) untuk pengadaan 20 (dua puluh) ternak kambing yang didanai dari dana desa sebesar Rp 70.492.500,- dinilai tidak sesuai dengan kondisi fisik bahkan terkesan di mark up harga nya.
Salah satu warga Kp Sukacai Lebak Desa Sukacai yang enggan ditulis namanya menyampaikan bahwa pengadaan ternak kambing tergolong mahal dan tidak sesuai.
"Berdasarkan informasi yang beredar bahwa pengadaan 20 (dua puluh) ternak kambing dari program ketahanan pangan yang didanai dari dana desa tahun 2023 sebesar Rp 70.492.500,- harga pembeliannya sangatlah tidak wajar dan terkesan di mark up lantaran kambing lokal yang dibeli oleh Pak Mian Kades Sukacai saat itu dan Ahmad Ketua RT 01/03 di Pasar Menes berukuran kecil dan sedang dengan harga kisaran mulai harga Rp 700.000,- hingga Rp.1.000.000,- " ungkap sumber, sebut saja Didin (nama disamarkan) ke media, Senin (28/7/25).
Didin menuturkan, bila anggaran pembelian 20 ekor kambing berjumlah Rp 70.492.500,- maka harga per ekor adalah Rp. 3.524.625,- sedangkan harga yang dibeli berkisar di harga Rp 700.000,- hingga Rp 1.000.000,- ini tentu sangatlah tidak sesuai dan bisa dikatakan di mark up harganya. Hal itu diketahui warga usai ada audit dari pihak Inspektorat Kabupaten Pandeglang pada minggu lalu",katanya.
Terpisah, Mahdi warga Kp Sukacai Lebak RT/RW 005/003 Desa Sukacai menyampaikan kambing program ketahanan pangan dari Desa sudah saya potong untuk kepentingan selametan.
"Kambing yang saya urus sejak tahun 2023 hingga 2025 adalah limpahan dari Saldi anggota Linmas Desa Sukacai sudah saya jual dengan harga Rp 600.000,- karena memang berukuran kecil dan sesuai daging. Bila saya beli kambing seukuran begitu paling mahal yah sekitar Rp 800.000,- atau sekitar Rp 700.000,- kata Mahdi ke media.
Mahdi mantan Ketua RT 05/03 yang kini menjadi petugas marbot mesjid mengatakan kambing yang sudah dijual tersebut kini sudah dipotong. "Kambing yang diurus selama dua tahun tidak beranak bahkan saya rugi tenaga dan uang Rp.100.000,- sekarang sudah dijual seharga Rp 600.000,- dan dipotong untuk acara selametan/tasyakuran dan sebagai gantinya saya sudah beli dengan harga yang sama kepada Pak Suparta di Kampung Golosor Desa Sukacai Kecamatan Jiput "imbuhnya.
Sementara, Zaenal Abidin Pejabat (Pj) Kepala Desa Sukacai menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tahun 2023 adalah tanggung jawab mantan Kades Sukacai.
"Kalau program ketahanan pangan tahun 2023 adalah tanggung jawab Pak Mian mantan Kades Sukacai yang telah dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten Pandeglang pada hari Selasa lalu bahkan 5 (lima) penerima program kambing dihadirkan dan dokumentasi nya juga ada. Untuk saat ini kami sedang menunggu hasil audit tersebut" Kata Zaenal Abidin.
Intinya, pihak Inspektorat Kabupaten Pandeglang sudah melakukan evaluasi atau audit hingga turun ke lapangan juga dan kami saat ini sedang menunggu hasilnya. Untuk pengadaan bibit ternak kambing memang ada bahkan pengurus nya hadir sekitar 5 -10 orang dalam pemeriksaan sedangkan untuk kandang kambing tidak ada, namun untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi kepada Pak Mian mantan Kades Sukacai Kecamatan Jiput "pungkasnya.
(YEN)
COMMENTS