CIAMIS, RK SDN1 Werasari, Kecamatan Sadananya kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi emas 2045 dengan memperkuat pendidikan...
CIAMIS, RK
SDN1 Werasari, Kecamatan Sadananya kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi emas 2045 dengan memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan. Langkah ini diwujudkan sesuai Surat Edaran Bersama (SEB) yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Agama tentang Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan.
SEB tersebut menyoroti pentingnya pembiasaan positif bagi peserta didik guna mengatasi berbagai tantangan zaman, seperti kekerasan, adiksi gawai, pornografi, judi daring, dan narkoba. Dalam edaran ini, pemerintah menekankan delapan karakter utama bangsa yang harus dikembangkan, yakni religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.
Sebagai bagian dari implementasi, pemerintah meluncurkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup:
Bangun pagi,
Beribadah,
Berolahraga,
Makan sehat dan bergizi,
Gemar belajar,
Bermasyarakat,
Tidur cepat.
Gerakan ini akan diterapkan di seluruh satuan pendidikan dengan pendekatan yang penuh kesadaran, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. Selain itu, sekolah juga diwajibkan menggelar kegiatan Pagi Ceria sebelum memulai pembelajaran, yang meliputi senam pagi, menyanyikan lagu kebangsaan, serta doa bersama sesuai keyakinan masing-masing.
Dalam rangka optimalisasi kebijakan ini, SEB menginstruksikan gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran Kementerian Agama di daerah untuk berkoordinasi dan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam program pembangunan daerah. Kebijakan ini juga akan dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia, disiplin, berjiwa patriotik, dan siap menghadapi tantangan global. “Pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga, masyarakat.
Untuk mengetahui langkah konkrit yang telah dilakukan oleh pihak sekolah dalam rangka mewujudkan karakter peserta didik tersebut, maka kami melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Werasari Bapak Nanang Gunawan S.Pd., disebutkan bahwa dalam membentuk karakter peserta didik itu tidak mudah, harus melalui perjalanan panjang serta kerjasama yang kuat antara sekolah dengan orang tua. Sebab sebagian besar anak tinggal di rumah di bandingkan di sekolah, ucapnya.(Rabu,30/07/2025).
Oleh karena itu maka penanaman komitmen harus di buat bukan oleh pihak sekolah saja melainkan juga orang tua. Tambahnya.
Namun demikian kami akan berusaha maksimal mewujudkan cita- cita kami dalam pembentukan karakter sehingga kami dapat menanamkan nilai- nilai yang akan selalu di kenang oleh siswa kami. Pungkasnya. Editor Yan Permana.
COMMENTS