Dinas LH Akui Terkendala Regulasi Soal Perambahan Hutan Mangrove Di Karimun

Karimun,Radarkriminal.com Kepri: Semakin maraknya pembabatan hutan mangrove di pesisir pulau-pulau di Karimun dalam satu dekade terakhir ber...




Karimun,Radarkriminal.com

Kepri: Semakin maraknya pembabatan hutan mangrove di pesisir pulau-pulau di Karimun dalam satu dekade terakhir berdampak buruk bagi kesinambungan hidup para nelayan kecil.


Hutan Bakau (mangrove) yang menjadi habitat dan tempat kbang biak ikan,kini luas areanya semakin mengecil akibat reklamasi pantai skala besar untuk kebutuhan industri, diperparah lagi dengan aktivitas penebangaĆ¹n hutan Bakau yang dijadikan Arang.


Amirullah, ketua KTNA kabupaten Karimun pada awak media ini mengatakan jika dalam kurun 10 tahun terakhir, wilayah hutan mangrove turun drastis. Hal ini tentunya semakin memperparah kehidupan para nelayan pesisir.


" Perambahan hutan mangrove ini sudah lama terjadi, dan intensitasnya meningkat sejak tahun 2015 silam. Pesisir banyak di timbun untuk industri. Namun sampai saat ini, tidak ada regulasi yang jelas, atas dampaknya terhadap kehidupan nelayan pesisir. Pemda saat ini tidak pernah memikirkan hidup para nelayan kecil dalam jangka panjang", ucapnya, Selasa (04/01/2022).


Dirinya juga menyesalkan sikap pemerintah daerah yang terkesan melakukan pembiaran atas tindakan ilegal pembalakan hutan mangrove yang dijadikan komoditi Arang yang telah berlangsung cukup lama.


" Pembalakan hutan mangrove di pesisir inipun terkesan dibiarkan. Ada kelalaian dari Dinas Lingkungan Hidup atas lemahnya pengawasan. Mengapa sampai saat ini,hal tersebut berlalu begitu saja. Program penanaman hutan bakau diadakan setiap tahun, namun, kita tanan, namun pihak lain yang melakukan pembalakan. Sampai kapan hal ini terus menerus kita biarkan?, Apa fungsi dinas LH serta instansi lainnya kalau hal ini terus dibiarkan?," Keluhnya.


Dirinya berharap regulasi jelas dari Pemerintah Daerah Karimun tentang kelanjutan hidup para nelayan pesisir, baik jangka pendek, menengah dan panjang.


" Regulasi yang jelas yang kita butuhkan. Bagaimana menyikapi persoalan hidup para nelayan. Karimun ini didominasi oleh parairan, dan banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan ikan. Ekosistem laut pesisir kita sudah dirusak, mulai dari tambang pasir laut, penebangan hutan Bakau untuk arang, ditambah lagi reklamasi untuk kawasan industri. Kompensasi yang diberikan oleh pihak perusahaan soal reklamasi itu tidak mendidik, itu hanya pengobat luka luar sesaat. Tapi tidak untuk jangka panjang," pungkasnya.


Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Sugianto , Mengaku terkendala regulasi dalam melakukan penindakan bagi pihak yang melakukan pengerusakan hutan mangrove.


" Dinas LH kabupaten hanya menangani dampak dari pengerusakan lingkungannya. Dan itupun berkoordinasi dengan instansi seperti Dinas PU Bidang Tata Ruang, serta pihak Dinas LH provinsi. Namun kami akan menindaklanjuti atas apa yang disampaikan oleh pihak lain. Silahkan laporkan kepada kami melalui surat resmi, dan akan kami tindak lanjuti jika didapati ada pihak yang melanggar aturan soal pembabatan hutan Mangrove," terang Sugianto melalui sambungan seluler.


Sebelumnya diberitakan, pembabatan hutan Mangrove dalam bentuk reklamasi dan Arang Bakau, serta tambang pasir laut serta explorasi pasir timah di perairan Karimun akhir-akhir ini semakin memperburuk keadaan para nelayan pesisir. 


Ruang tangkap ikan yang semakin menjauh dari pesisir pantai memaksa para nelayan kecil beralih profesi.(Esp)

COMMENTS

Nama

abu dhabi,1,aceh,22,Aceh Barat,2,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,1,artikel,2,Asahan,10,badung,2,bali,11,banda aceh,1,bandar lampung,2,Bandung,30,bandung barat,5,bangka,57,bangka barat,47,bangka selatan,6,bangka tengah,5,banjarmasin,1,banten,3,Banyuasin,1,banyuwangi,96,Bat,2,batam,5,batang,1,batang kuis,1,batu bara,22,bekasi,21,belawan,1,bengkalis,3,bengkayang,13,Bilah Hulu,1,binjai,1,bintang meriah,1,bireuen,1,bogor,7,bojonegoro,2,bolsel,1,Bondowoso,2,boyolali,1,brebes,1,ciamis,2,Cianjur,30,cilacap,1,cimahi,1,cirebon,6,Covid-19,14,Daerah,2812,deli serdang,9,denpasar,8,Depok,3,dumai,1,Ekonomi,1,garut,1,Gorontalo,1,gresik,1,Gunung Megang,1,gunungsitoli,7,halmahera,1,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,3,Hukum,2,idi rayeuk,1,indonesia,1,Internasional,1,jakarta,356,jakarta barat,1,jatim,1,Jawa Barat,7,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,3,Jawabarat,5,jayapura,4,jember,3,Jepara,4,jombang,2,kab. bandung,4,kab.bekasi,1,Kalbar,25,Kalimantan Barat,5,kalsel,1,Kaltim,1,Kampar,2,Kapuas Hulu,7,karawang,1,Karimun,86,Kasus,1,kayong utara,8,kediri,1,keerom,1,kendari,1,Kepri,9,ketapang,31,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,7,Kota Pinang,1,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuansing,1,kubu raya,139,Labubanbatu,57,Labubanbatu selatan,14,labuhanbatu,980,Labuhanbatu Raya,1,labuhanbatu selatan,103,Labuhanbatu Utara,6,labura,12,Lahubanbatu,1,lamongan,1,Lampung,28,Lampung Barat,1,Lampung tengah,14,Lampung timur,2,lampung utara,1,landak,41,langkat,1,langsa,3,lebak,1,lembak,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lumajang,1,madiun,1,Majalengka,105,Makassar,1,malang,3,malut,7,mamuju,3,manado,2,mataram,1,medan,62,Melawi,39,mempawah,13,menggala kota,1,menjalin,1,metro,1,mojokerto,2,muara dua,9,muara enim,77,mukomuko,3,muntok,1,musi banyuasin,1,musi rawas,1,nanga pinoh,1,negeri lama,1,nganjuk,1,Nias,14,Nias Selatan,3,Nias utara,5,NTB,61,ogan ilir,1,oku selatan,9,padang lawas,1,padang sidimpuan,2,palembang,15,pali,3,Pandeglang,62,pangandaran,1,pangkal pinang,10,papua,2,papua barat,1,parapat,1,Pasuruan,1,pekanbaru,8,Pemalang,1,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,8,politik,116,ponorogo,1,Pontianak,336,pontianak utara,1,prabumulih,1,probolinggo,3,purwakarta,4,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,2,radar kriminal,1,Ragam,2755,raja ampat,2,Rantauprapat,23,Riau,7,rokan hulu,1,rote ndao,1,sambas,7,samosir,3,sanggau,47,sekadau,8,sekayam,1,selayar,1,semarang,4,Serang,5,siak,1,siantar,3,Sibolga,3,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,141,singkawang,22,sinjai,1,sintang,55,solo,1,solok,1,sorong,3,Sosial,14,sragen,1,Suap,1,Subang,6,subulussalam,3,sukabumi,8,sukadana,1,sulsel,2,sumatera,1,sumbawa barat,3,sumsel,3,sumut,12,Sungai Ambawang,2,surabaya,21,surakarta,5,tana tidung,1,tangerang selatan,2,tanggamus,25,tanjung agung,1,tanjung enim,2,tasikmalaya,3,Teekini,1,Terkini,6790,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,toba,2,trenggelek,1,tuban,1,tulang bawang,36,tulungagung,1,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,3,
ltr
item
radarkriminal.com: Dinas LH Akui Terkendala Regulasi Soal Perambahan Hutan Mangrove Di Karimun
Dinas LH Akui Terkendala Regulasi Soal Perambahan Hutan Mangrove Di Karimun
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjAlPA56CimYWShrvZQwt31Iba-QqmPk1ZZ9X4HIvsHBzSIeI58KhXMqgw31kzJo7YY1qmHs-G0Bf_O-v46XEVDiQBl4rm1trjzoL1_34bA2WLiHxzITRnMmMtCNjupPGlsvzoH7mPVfkqJ-w68gqjZNui3owEmHenWQRgZUZzOhbn0Y0fS_wlf5FIe5w=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjAlPA56CimYWShrvZQwt31Iba-QqmPk1ZZ9X4HIvsHBzSIeI58KhXMqgw31kzJo7YY1qmHs-G0Bf_O-v46XEVDiQBl4rm1trjzoL1_34bA2WLiHxzITRnMmMtCNjupPGlsvzoH7mPVfkqJ-w68gqjZNui3owEmHenWQRgZUZzOhbn0Y0fS_wlf5FIe5w=s72-c
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2022/01/dinas-lh-akui-terkendala-regulasi-soal.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2022/01/dinas-lh-akui-terkendala-regulasi-soal.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy