JEMBATAN PENGHUBUNG DI RT. 01/02 DUSUN TAMANG HILIR AMBRUK

DIDUGA TIDAK SESUAI PERENCANAAN KETUA BPD & KADES  DIDUGA IKUT TERLIBAT SELAKU KONTRAKTOR. Kuburaya(Kalbar),Radar Kriminal   Pemerintah ...



DIDUGA TIDAK SESUAI PERENCANAAN KETUA BPD & KADES  DIDUGA IKUT TERLIBAT SELAKU KONTRAKTOR.

Kuburaya(Kalbar),Radar Kriminal 

Pemerintah Desa Gunung Tamang Kecamatan, Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Tim Investigasi Awak media pada hari Kamis17/03/22. Kelokasi Jembatan Penghubung Dusun Tamang Hilir, di RT.01/02.RW.03. Jembatan yang di realisasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kuburaya yang di anggarkan melalui APBD Tahun 2021.

Sebesar Rp 93 juta lebih yang dikerjakan oleh Ketua BPD Desa gunung Tamang yang bernama Sipin jembatan penghubung tersebut sudah mengalami Ambruk, Roboh.

Hal inilah menjadi keluhan masyarakat.Menurut dari beberapa uraian Permendagri 110 tahun 2016 jelas disebutkan, bahwa BPD berkewajiban melakukan pengawasan kepada kepala desa, bahkan BPD dilarang main proyek, hal ini jelas berlawanan dengan regulasi yang ada, Padahal jika kita membuka Undang-Undang Desa dan Permendagri 110/2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Tindakan diatas jelas tidak di perbolehkan.

Selain melanggar Undang-Undang Desa nomor 6 tahun 2014 pasal 64 huruf (a), (b), (c) dan (g), juga melanggar Permendagri 110 tahun 2016 pasal 26 huruf (a), (b), (c) dan (g) yang menjadi larangan anggota BPD.

BAB XV Pasal 34.Ketua BPD/anggota BPD Tidak diperbolehkan merangkap jabatan.Pimpinan dan anggota BPD dilarang : 

a.Sebagai Pelaksana Proyek Desa.

b.merugikan kepentingan umum,meresahkan sekelompok masyarakat dan mendiskriminasikan warga atau golongan masyarakat lain.

c.Melakukan Korupsi,Kolusi Nepotisme, dan menerima uang,Barang dan Jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukan nya.

d.menyalah gunakan Wewenang.

Peraturan Menteri Desa Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia No.16 tahun 2019 tentang musyawarah  desa .

Tim investigasi awak media di lapangan terkait Pembangunan Jembatan tersebut  Ketika awak media  mempertanyakan Papan Plang  Transparansi, kepada masyarakat setempat juga tidak mengetahui kapan Plang Pagu Dana tersebut di lepas.

Sinjan Tomas Selaku Wakil Ketua BPD Dusun Tamang Hilir mengatakan" untuk pemborong jembatan ini ketua BPD, terkait dengan robohnya jembatan ini terus terang saya marah dengan konsultan dan pak kades, karena sungai ini di perkecil, sehingga kayu yang ada di sini dahulunya ada tapi di bongkar maka jadilah seperti sekarang ini dan sesuai gambar yang di kerjakan. 

Karena bukan apa" kalau disini ketika musim banjir dan penghujan maka bangunan ini pasti akan roboh. Karena menurut ukuran PU Kayunya ukuran 10x10 tapi kalau kita lihat Kayu nya tidak sampai Dan paling tinggi kayunya 9x9. Kami tidak tahu kenapa ada pengurangan, baik masalah bahan Ataupun yang lain nya saya kurang tahu, hanya pelaksana kerja yang tahu" terangnya.

Terkait pengecilan sungai kita ada di musyawarah kan, akan tetapi saya minta kemarin kalau ada konsultan ataupun orang PU yang datang kita itu di libatkan, biar kita juga tahu jelas ini dasarnya. Dan konsultan maupun CV Nya kita juga tidak tahu. Saya sudah tiga hari pengerjaan baru saya di libatkan dan kita membantu karena kita juga masyarakat." Ucap nya.

"Dulu maksud kami Untuk Besi H nya paling tidak sekitar 8 meter atau 10 meter, Nah ketika itu dikerjakan kita tidak menggunakan kayu dan tiang lagi. Karena jembatan ini diperlukan masyarakat. Kami pernah mengajukan Hal demikian, untuk ujungnya terlebih dahulu menggunakan cerucuk dan turapnya itu kita gunakan untuk Coran jadi kuat.

Untuk anggaran yang ada sebenarnya 100.000.000 ( seratus juta rupiah ) namun yang di plang nya hanya 93.000.000 ( sembilan puluh tiga juta rupiah ) kemudian ada pemotongan lagi tinggal 68.000.000 ( enam puluh delapan juta rupiah )". Katanya

"Kemarin kami juga pernah koordinasi dengan kades termasuk saya sendiri kita minta bantuan sama pihak perusahaan agar jembatan yang ada ini di robohkan dahulu dan kita buat seperti dahulu saja agar masyarakat bisa lewat. Dan informasi nya kemarin dalam Minggu ini akan di kerjakan, Jangan sampai aset ini tidak bisa di lewati masyarakat. tutur Sinjan.

Untuk pengerjaan jembatan ini sekitar bulan November  dan rusaknya sekitar Desember namun tidak separah ini, masih bisa di lewati masyarakat. Namun yang paling parah awal Maret ini. Karena jembatan ini sudah dua kali roboh semasa pengerjaan nya dan sudah dua kali di betulkan dengan anggaran yang sama" ujarnya

Di waktu yang berbeda Kepala Dusun Tamang Hilir Margaretha Ernawati juga menyikapi terkait ambruk nya jembatan ia mengatakan" 

Yang pertama sungai itu lebar menurut dari dinas kabupaten sungai ini lebar di lalui oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan, kemudian di perkecil menjadi empat meter jadi seperti nya memang tidak sesuai. Kemudian dilaksanakan dengan anggaran 100.000.000 ( seratus juta rupiah )dengan pemangkasan anggaran seperti nya memang tidak mencukupi. Karena ketika kami melakukan musyawarah dusun kami meminta untuk pembangunan jembatan yang permanen. Tau-tau tidak sesuai dengan anggaran dana dengan keadaan alamnya" ucap  Kadus .

"Seharusnya bangunan jembatan tersebut antara seberang sana ke seberang sini 20 meter. Memang dalam musyawarah dusun kami tidak pernah meminta untuk bangunan jembatan tersebut panjang 20 meter tapi intinya kami maunya bangunan jembatan tersebut permanen Atau pakai besi.

Dan jika mau menggunakan kayu setidaknya tidak menggunakan kayu yang kecil. Kalau untuk sekarang kan kayunya kecil. Paling tidak seharusnya kemarin 20x20, dan untuk kayunya  kontraktor nya yang membeli  dan kontraktor nya Ketua BPD. Pengerjaan nya bulan September dan ambruk nya sebelum Natal bulan Desember" terangnya.

Menurut keterangan ketua BPD dia sudah konfirmasi dengan Kepala Desa Dan mereka akan melakukan kerja sama dengan Pihak Perusahaan Sawit  PT. Alas Kusuma dengan menggunakan Program CSR dan Pihak Perusahaan juga mau membantu. Harapan saya untuk pembangunan jembatan ini harus segera di selesaikan karena memang berkendala bagi masyarakat RT. 02 dikarenakan mereka tidak bisa membawa kendaraan nya kesini.

Dan saya juga sudah berbicara dengan Ketua BPD agar ini segera diselesaikan dan yang penting kendaraan bisa lewat. Contoh nya bagi masyarakat yang memiliki usaha dirumah. Ketika mobil mereka tidak bisa lagi bisa sampai ke rumah mereka. Jadi mereka susah harus estafet, sedangkan barang pada saat ini sedang naik. Jika ditambah lagi dengan estafet jadi mereka harus menambah harga pembelian. Dan mereka juga berpatokan disitu juga, jadi susah dan terhambat" Katanya

Dan disini juga ada masyarakat yang bekerja sawit, mereka harus bangun subuh-subuh untuk berjalan kehulu. Intinya kami mau jembatan itu dibangun permanen. Untuk lebarnya 4 meter saja yang penting panjangnya 20 meter"

"Kita kasihan melihat ibu-ibu yang menoreh kehulu sana. Dan mereka juga memiliki ladang dikaki bukit, dan ada ibu-ibu yang tidak bisa memakai kendaraan bermotor. Dan kendaraan tersebut di pakai anaknya, jadi mereka menggunakan sampan sedangkan mereka mau melalui jembatan tidak berani, karena takut ambruk" ujarnya.

Di tempat yang berbeda awak media menemui  Wardi Selaku Sekretaris Desa ketika di konfirmasi juga mengatakan" 

Terkait Ambruk'nya Jembatan tersebut saya juga tidak tahu karena selaku Pemborong adalah Ketua BPD. Katanya ketika ada anggaran kabupaten beliau yang mengelola, karena beliau kontrak politik nya Pak Bupati Muda Mahendrawan. Untuk pekerja nya masyarakat, cuma itu yang saya ketahui.

Terkait kerja samanya dengan Kepala Desa memang mereka bekerja sama dan tidak mungkin pula Ketua BPD membelakangi, dan untuk anggaran jembatan tersebut saya juga tidak tahu. Dan untuk peninjauan dari pihak kabupaten saya juga tidak tahu. Dan untuk Selaku Ketua BPD mengerjakan jasa dan kontruksi itu dibenarkan atau tidak, Sebenarnya itu tidak di benarkan dan itu juga yang membuat saya bingung, katanya setiap ada anggaran dia yang mengerjakan. Ungkap .Wardi.

Dan untuk faktor ambruk nya jembatan tersebut itu saya juga kurang tahu, mungkin faktor alam dikarenakan tendangan arus dan sungai itu sudah di perkecil dan dahulu nya sungai itu besar. Dan sebenarnya sewaktu kami mengadakan Musrenbang kemarin untuk pengajuan nya 6x20 meter tapi tahu nya yang datang itu tinggal 3x4 meter. Dan tongkatnya itupun 9x9" katanya.


Ketika Ambruk nya Jembatan tersebut memang tidak ada masyarakat yang datang ke saya dan tidak ada korban jiwa. Ambruk nya pun saya juga baru tahu sekarang, karena saya sudah lama tidak pernah kesana. Dan memang jembatan tersebut merupakan satu satunya jembatan yang untuk masyarakat lalui. Dan dahulu nya ketika masih jembatan kayu juga pernah Dan Truk yang lewat kesana, sekarang motor pun tidak bisa lewat kesana. 


"Harapan saya agar jembatan tersebut di bangun kembali, supaya masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala. Dan harapan saya terkait anggaran masuk bisa di kerjakan sesuai Prosedur" ujarnya


Andianus Pendi selaku Kepala Desa Gunung Tamang ketika ingin ditemui untuk  konfirmasi terkait ambruk nya jembatan tersebut, Namun beliau enggan untuk ditemui, Dan ketika di konfirmasi melalui via WhatsApp ia mengatakan"


Kejar PU nya Pak, itu runtuh juga karena karna alam, hujan deras dan arus sungai kuat. Kalau jembatan yang dibangun sudah sesuai bestek konsultan, saya atas nama seribu perak tidak ada dengan saya dan walau begitu kita sudah kondisikan mau betulkan, minta bantuan PT. Itu saja keterangan saya karena itu desa kami, gimanapun kami tetap perbaiki. Jika mau ketemu dengan yang membangun saya hanya ACC bukan pelaku kerja, baiknya tanya PU mereka punya CV" jawabnya


Ketika awak media ini mempertanyakan kebenaran akan plang yang di cabut" Pendi juga tidak merespon dan kami juga menanyakan CV dan anggaran nya berapa" Pendi juga tidak merespon. Dan ketika kami juga mempertanyakan Terkait apakah dibenarkan Ketua BPD mengerjakan jembatan tersebut" Pendi enggan untuk komentar dan mengirim kan No Hp Ketua BPD dan Pendi juga mengatakan" bahwa Ketua BPD orang dekat Pak Muda dan juga bukan kerja nya yang salah tapi faktor alam"


Lanjutnya" saya tidak bisa berdebat pak, berdebat tidak memperbaiki, toh saya juga yang dirugikan jembatan ambruk bukan bapak, ini desa saya , sedikit banyak tetap saya yang harus bertanggung jawab, dan mengapa bapak mengejar saya" Jawabnya


Di tempat terpisah Selvinus Sepin selaku Ketua BPD Desa Gunung Tamang Saat Di temui mengatakan 

Terkait ambruknya jembatan  dari pihak Desa sudah melaporkan ke Dinas, bahkan hari ini kita akan konsultasi, jembatan sudah saya buat sesuai dengan gambar yang di berikan PU ke kita, Dan untuk ambruk nya jembatan tersebut mengapa bisa terjadi demikian karena sungai di perkecil. Sekitar seminggu yang lalu ada hujan deras karena posisi sungai dalam keadaan di perkecil tendangan air dari bukit lebih besar, sehingga terjadilah terjangan diturap. Karena turap di dorong air otomatis tanah longsor sehingga tanah yang diatas juga longsor. Dan saya bekerja sesuai dengan gambar, kalau gambar 4 meter saya buat 4 meter, sedikit saja berbeda pembangunan dari kita PU pasti protes" katanya


Memang Konsultan tidak melibatkan saya pada waktu itu dan seharusnya beliau juga bisa mempertimbangkan karena sungai ini di perkecil. Kalau seandainya sebesar sungai itu kita bangun saya yakin tidak akan terjadi seperti itu, karena terjadinya ini 

 bukan karena teknis di lapangannya, pekrjaannya, memang alam, contohnya terkena dorongan air"


"Kita menancapkan tiang ini pakai eksafator, dorongan air masuk kesini kemudian tanah longsor, saya hanya yang kerjakan dan menerima gambar karena ketika konsultan datang kesitu bukan saya membeck up mereka untuk menjelaskan, Saat pekerjaan saya tidak ada mengurangi fisik, itu sudah sesuai dengan gambar tidak ada merubah ukuran kayu sama sekali, itu sudah sesuai dengan gambar" ucap nya.


"Saya lupa cv apa yang mengerjakan nya, untuk anggarannya 99 juta yang saya terima 68 juta saja dan saya gak tau, apakah itu dari pajak pasti ada saya tidak tau, yang jelas yang saya kelola itu hanya 68 juta untuk pembangunan jembatan yang ada, dengan ukuran lebar 3 meter kali 4 meter, ukuran kayu 10x10 , tiang 4 baris, kemudian pakai turap, kita bekerja sesuai gambar" tuturnya


Lanjutnya mengatakan" Turapnya semua pakai belian ukuran papannya 15 cm. Dari dinas PU yang turun ke lokasi selaku PPK nya kalau tidak salah pak erwin, konsultan nya Pak heri. Untuk CV nya saya lupa karena saya gak punya CV, saya pribadi yang ngerjakannya. Yang ngerjakan inikan saya jadi saya paham dan ambruknya jembatan ini saya tau kesalahannya dari mana, kalau bicara masalah spek gambar saya sudah lakukan itu tapi karena ini betul-betul karena alam".


"Kalau rencana secara logika kalau menurut saya kalau di persempit juga debet air tetap laju, intinya pada waktu itu perencanaan nya pada waktu itu tidak melibatkan masyarakat setempat untuk menganalisis bagaimana pembangunan ini harus nya di lakukan di sini, saya mengerjakan begitu gambar ada saya kerjakan sesuai gambar. Selisih saja saya ada selisih masalah pemasangan besi begitu saya foto kan ke Dinas mereka bilang salah ya saya bongkar kembali, maka kita tidak ada mungkin kerja di luar gambar" 


"Kades pernah merekomendasikan untuk menggunakan 20x20 untuk tiangnya, itukan pakai 10x10 cuma menurut informasi entah bagaimana masalah anggaran mungkin tidak cukup kita tidak tahu juga. Yang jelas 15x15 pernah di komunikasikan oleh pak kades kita, Pihak Dinas bilang belian tidak ada 15 x15 kemudian pak kades bilang pakai yang 20x20  perhitungan mereka kurang cukup duitnya, BPD dan Kades pernah menyampaikan ke Dinas PU bahwa ini anggaran gak cukup, pernah dan tanggapan pihak Dinas  saya gak tau karena itu intern Kades dengan orang Dinas saja" ucapnya


Saya tidak ingat bulan berepa pekerjaan awalnya, waktu itu kenapa saya bisa lupa karena pas kita mau kerjakan kita sudah siapkan material tapi banjir besar-besaran pada waktu itu akhirnya saya tidak bisa masukan material. Kalau jembatan yang dulu itukan dikerjakan melalui CSR perusahaan makanya terjadilah penyempitan debet air sungai itu mengapa karena mengantisipasi banyaknya tumpukan material maka di perkecil, yang kedua masalah material kayu besar-besar kalau terlalu panjangkan resiko, jadi dibuatlah sekitar 4 meteran makanya posisi sungai itu mungkin ada 10 meter, pada waktu dulunya belum ada pakai besi itu pakai kayu, Dengan robohnya jembatan ini untuk kedepan nya, kita sedang mau konsultasikan dulu"


"Dan hari ini kita mau konsultasi dulu bagaimana solusinya, bagaimana pun saya secepat mungkin untuk perbaiki karena itu akses masyarakat di sana dan saya bertanggung jawab. Karena terus terang ini bukan mutlak kesalahan saya sendiri selaku kontraktor tapi karena alam. Kalau kita lihat fisik dari atas ini bisa tau, secara analisa, fakta di lapangan orang bisa mengatakan bahwa ini salah nya di pondasi tapi kita telaah juga gambar yang di bawah apa sumber permasalahan nya".


"Banyak isu yang beredar sekarang karena mereka hanya melihat yang diatas, karena yang di foto selama ini diatas, ambruk, otomatis orang sangkakan ini memang pondasinya. Tapi sehingga barang ini bisa patah kayak gini, inikan memang ada faktor, otomatis posisi turap di dorong tanahnya turun ke bawah kena dorong air sungai yang di atas turun ambruk".


Mengenai turap samping sehingga bisa keluar tanah nya itu karena posisi turap pada waktu awal pengerjaan belum ada debet air yang kuat tidak ada hujan deras pada waktu itu, itu sudah maksimal kita tancapkan dan tiang itu yang sekarang terlihat menggantung itu pakai Essa kita tekan, udah cukup maksimal kita, karena dorongan air maka terlihat menggantung. Untuk kedalaman tiang tengah itu dua tiang kita sambung,itu masuk nya sekitar 2 meter,dari laci itu satu meteran kita tekan sampai maksimal, pakai alas" ujarnya


Bersambung.

( Tim.RK )

COMMENTS

Nama

abu dhabi,1,aceh,22,Aceh Barat,2,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,artikel,2,Asahan,10,badung,2,bali,9,banda aceh,1,bandar lampung,1,Bandung,26,bandung barat,5,bangka,41,bangka barat,42,bangka selatan,5,bangka tengah,4,banjarmasin,1,banten,2,Banyuasin,1,banyuwangi,1,Bat,2,batam,4,batang,1,batang kuis,1,batu bara,22,bekasi,21,belawan,1,bengkalis,3,bengkayang,5,Bilah Hulu,1,binjai,1,bintang meriah,1,bireuen,1,bogor,5,bojonegoro,1,bolsel,1,Bondowoso,1,boyolali,1,brebes,1,ciamis,2,Cianjur,28,cimahi,1,cirebon,6,Covid-19,14,Daerah,2812,deli serdang,9,denpasar,5,Depok,2,dumai,1,Ekonomi,1,garut,1,Gorontalo,1,gresik,1,Gunung Megang,1,gunungsitoli,6,halmahera,1,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,3,Hukum,2,idi rayeuk,1,indonesia,1,Internasional,1,jakarta,256,jakarta barat,1,jatim,1,Jawa Barat,7,Jawa Timur,2,Jawabarat,5,jayapura,4,Jepara,4,jombang,1,kab. bandung,4,kab.bekasi,1,Kalbar,18,Kalimantan Barat,4,kalsel,1,Kaltim,1,Kampar,2,Kapuas Hulu,5,karawang,1,Karimun,86,Kasus,1,Kepri,9,ketapang,19,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,7,Kota Pinang,1,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kubu raya,90,Labubanbatu,56,Labubanbatu selatan,14,labuhanbatu,757,Labuhanbatu Raya,1,labuhanbatu selatan,101,Labuhanbatu Utara,6,labura,8,Lahubanbatu,1,Lampung,28,Lampung Barat,1,Lampung tengah,14,lampung utara,1,landak,33,langkat,1,langsa,3,lebak,1,lembak,1,lingga,49,lombok tengah,3,Majalengka,105,Makassar,1,malut,7,mamuju,3,manado,2,mataram,1,medan,55,Melawi,23,mempawah,4,menggala kota,1,menjalin,1,metro,1,muara dua,4,muara enim,53,mukomuko,1,muntok,1,musi banyuasin,1,musi rawas,1,negeri lama,1,Nias,14,Nias Selatan,3,Nias utara,5,NTB,61,ogan ilir,1,oku selatan,9,padang lawas,1,padang sidimpuan,2,palembang,15,Pandeglang,62,pangandaran,1,pangkal pinang,9,papua,2,papua barat,1,parapat,1,pekanbaru,7,Pemalang,1,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,8,politik,116,Pontianak,227,prabumulih,1,purwakarta,4,Purworejo,1,Ragam,2755,raja ampat,2,Rantauprapat,17,Riau,7,rokan hulu,1,rote ndao,1,sambas,6,samosir,3,sanggau,39,sekadau,6,selayar,1,semarang,2,Serang,5,siak,1,siantar,3,Sibolga,3,sidempuan,1,sidoarjo,27,Simalungun,129,singkawang,9,sinjai,1,sintang,35,solok,1,sorong,3,Sosial,14,sragen,1,Suap,1,Subang,6,subulussalam,3,sukabumi,7,sulsel,1,sumatera,1,sumbawa barat,2,sumsel,3,sumut,8,Sungai Ambawang,2,surabaya,8,surakarta,3,tana tidung,1,tangerang selatan,2,tanggamus,25,tanjung enim,2,tasikmalaya,3,Teekini,1,Terkini,5920,Terkino,1,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,toba,2,tuban,1,tulang bawang,36,wonogiri,2,wonosobo,3,yogyakarta,3,
ltr
item
radarkriminal.com: JEMBATAN PENGHUBUNG DI RT. 01/02 DUSUN TAMANG HILIR AMBRUK
JEMBATAN PENGHUBUNG DI RT. 01/02 DUSUN TAMANG HILIR AMBRUK
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiZdDowKXfEkiY1pBmDPxE69sNY2vbEl7ukxgZmRp13WoKe4t0Taz9h6OU8Zzw-4efqdUypBfGPNZ9Y1KWG-1RYLXAOOA24AUKbBYG_DsXEHg8FLK1GoruG86IioA4yLaeRhGwQ4Z-16SvkH1_BSCJr7-HWsiNGSKE7QApPvdMGCJsnjYrg52at3UWv=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiZdDowKXfEkiY1pBmDPxE69sNY2vbEl7ukxgZmRp13WoKe4t0Taz9h6OU8Zzw-4efqdUypBfGPNZ9Y1KWG-1RYLXAOOA24AUKbBYG_DsXEHg8FLK1GoruG86IioA4yLaeRhGwQ4Z-16SvkH1_BSCJr7-HWsiNGSKE7QApPvdMGCJsnjYrg52at3UWv=s72-c
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2022/03/jembatan-penghubung-di-rt-0102-dusun.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2022/03/jembatan-penghubung-di-rt-0102-dusun.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy