Banten, RK Puluhan wali murid SDN Tunggaljaya 2 asal Desa Tunggaljaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten mengeluhkan dugaa...
Banten, RK
Puluhan wali murid SDN Tunggaljaya 2 asal Desa Tunggaljaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten mengeluhkan dugaan penahanan buku tabungan dan ATM Program Indonesia Pintar (PIP) hingga beramai-ramai mendatangi pihak sekolah. Keluhan ini mencuat setelah para wali murid menerima Sertifikat PIP Tahun 2025 Aspirasi dari Bonnie Triyana anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan yang dibagikan oleh Sekdes Tunggaljaya yang dibantu oleh beberapa dewan guru di ruang kelas SDN Tunggaljaya 2 tetapi tidak menerima hak pencairan dana PIP yang seharusnya menjadi hak anak anak mereka sejak tahun 2022 hingga tahun 2025.
Menurut salah satu wali murid, anak anak mereka terdaftar sebagai penerima PIP ternyata bukan hanya penerima PIP aspirasi Bonnie Triyana tahun 2025 saja tetapi sejak tahun 2023.
"Saya adalah orang tua dari siswa kelas 6 yang menerima sertifikat PIP Aspirasi Bonnie Triyana anggota DPR RI Komisi X Tahun 2025 yang dibagikan secara langsung oleh Pak Andi Suandi Sekertaris Desa Tunggaljaya di ruangan SDN Tunggaljaya pada minggu lalu tetapi tidak menerima hak pencairan lantaran buku tabungan dan ATM PIP ditahan oleh pihak sekolah" Ungkap Indah Fauziah yang akrab disapa Adah saat ditemui di Kp. Ponggehaur Desa Tunggaljaya Kecamatan Sumur, Selasa (23/7/25).
Setelah menerima sertifikat PIP, saya dengan puluhan orang tua murid lainnya dari Desa Tunggaljaya Kecamatan Sumur kemudian mendatangi pihak BRI Unit Cibaliung dengan maksud mau mencairkan dana PIP Aspirasi sebesar Rp 450.000,- tetapi tidak bisa dicairkan dengan alasan buku tabungan dan ATM sudah dicetak oleh BRI sesuai nama dan nomor rekening yang tercantum dalam Sertifikat PIP yang sudah diserahkan kepada pihak sekolah.
"Pada hari Senin kami para orang tua penerima sertifikat PIP mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban soal ATM dan buku tabungan PIP tetapi Kepala Sekolah tidak ada ditempat kemudian ada undangan lisan dari guru melalui anak masing-masing agar para orang tua kumpul di sekolah pada hari Selasa pukul 08.00 wib dan hasilnya sekitar 14 wali murid menerima buku tabungan tetapi tidak ada ATM PIP nya bahkan masih puluhan orang tua belum menerima buku tabungan maupun ATM nya"katanya.
Kemudian, bila dilihat dalam keterangan buku tabungan BRI Unit Cibaliung dengan nomor sekian atas nama Paskal Oktavianti terdaftar sejak Oktober 2023 dan tertulis ada debet Rp 450.000,- dan kredit Rp. 450.000,- dan tahun 2025 kembali menerima PIP jalur aspirasi sebesar Rp 450.000,- tetapi saya belum pernah menerima uang tersebut dan siapa yang mencairkan saya tidak mengetahuinya"jelasnya Adah didampingi ibu dan bapaknya di kediamannya.
Terpisah, Andi Suandi menjelaskan bahwa sertifikat PIP yang dibagikan sesuai dengan data yang diberikan pihak sekolah dan diusulkan.
"Sertifikat PIP yang dibagikan kepada para wali murid sesuai dengan data yang diberikan oleh pihak sekolah meskipun tidak semuanya terealisasi namun ada 86 siswa yang mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui aspirasi Bonnie Triyana anggota DPR RI Komisi X. Siswa penerima PIP Aspirasi adalah siswa yang memiliki tabungan atau nomor rekening yang sebelumnya pernah digunakan dan sertifikat sudah dibagikan kepada wali murid pada selasa minggu lalu itu berdasarkan hasil kordinasi dengan dewan guru tanpa dihadiri pihak Kepala Sekolah" jelas Andi.
"Dari total 86 siswa yang mendapatkan program PIP aspirasi separuhnya sudah dicairkan oleh masing-masing wali murid tetapi sebagian lagi belum bisa dicairkan karena Buku tabungan dan ATM nya menurut pihak Bank BRI sudah dibuat atau dicetak serta sudah diserahkan kepada pihak sekolah" paparnya.
Dikonfirmasi sebelumnya, Supriana Suhud, S.Pd mengakui soal Buku tabungan dan ATM ada di sekolah dan sudah dibagikan.
"Soal wali murid ada yang kecewa soal buku tabungan dan ATM memang itu masalah karena mereka berbondong-bondong kesana (BRI*red) mungkin karena tidak hafal mereka anggap ke Bank cukup bawa Sertifikat PIP saja dan bisa dicairkan tetapi ternyata tidak bisa dan karena nasabah itu banyak makanya dijadwal dan seharusnya melakukan kordinasi terlebih dahulu dan mempersiapkan syarat yang harus dibawa" kata Supriana Suhud.
Supriana Suhud menjelaskan soal Buku tabungan dan ATM sudah beres dan yang dibagikan tadi pagi sekitar 20 buku tabungan termasuk ada murid sebagai penerima yang sudah masuk ke jenjang SMP juga. Tetapi saat ditanyakan bagaimana dengan sisa buku tabungan dan ATM yang 20 siswa lagi, Kepala SDN Tunggaljaya yang merangkap sebagai Pejabat Kepala Desa Tunggaljaya menjawab sudah sudah sudah"pungkasnya.
(YEN)
COMMENTS