CIAMIS, RK Pemerintah Desa Payung Agung, Kecamatan Panumbangan, terus meningkatkan langkah kesiapsiagaan bencana menyusul pergerakan tanah y...
CIAMIS, RK
Pemerintah Desa Payung Agung, Kecamatan Panumbangan, terus meningkatkan langkah kesiapsiagaan bencana menyusul pergerakan tanah yang kembali muncul dan berdampak pada sejumlah wilayah pemukiman. Hal ini disampaikan Kepala Desa Payung Agung, Mokhamad Haris Nasution, dalam wawancara di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, pergerakan tanah yang sudah terjadi berulang kali ini kembali menimbulkan kerusakan di beberapa titik, khususnya di Dusun Pemekaran pada RT 01/RW 01, RT 01/RW 02, dan RT 03/RW 01. Dua rumah di Dusun Limus Agung juga masuk kategori rusak berat.
“Total ada sekitar 68 KK atau kurang lebih 91 jiwa yang terdampak. Pola pengungsian terbagi dua: warga dengan rumah rusak berat memilih menetap sementara di rumah keluarga, sedangkan yang rumahnya rusak sedang cenderung mengungsi hanya saat malam hari atau ketika cuaca tidak menentu,” ungkapnya.
Untuk memastikan keamanan warga, Pemdes Payung Agung telah membuka posko siaga di Madrasah Yayasan Bhakti Ikhwan, Dusun Pemekaran. Posko ini berfungsi sebagai tempat perlindungan sewaktu-waktu apabila terjadi pergerakan tanah susulan atau kondisi darurat lainnya.
Kepala desa juga menjelaskan bahwa warga kini lebih siap menghadapi situasi tersebut karena sudah memahami pola penanganan yang harus dilakukan.
“Warga sudah matang secara psikologis dan prosedural. Kami, bersama BPBD Kabupaten, BPBD Provinsi, serta unsur Forkopimda, terus memberikan pendampingan,” tuturnya.
Terkait solusi jangka panjang, Pemdes dan Pemkab Ciamis telah menyiapkan rencana relokasi bagi 45 rumah yang dinilai tidak layak huni dan berada di zona rawan.
“Desa sudah menyediakan lahan sekitar setengah hektare sebagai calon lokasi relokasi. Kita masih menunggu hasil kajian tim ahli untuk memastikan bahwa area tersebut benar-benar aman dan tidak berada di tanah labil. Informasi dari Bupati Ciamis, dukungan anggarannya akan masuk dalam tahun anggaran 2026,” jelasnya.
Di sisi lain, bantuan bagi warga terus berdatangan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan di Kecamatan Panumbangan, BUMDes Mart Galuh Buana, yayasan, pengusaha dari luar daerah, BPBD Kabupaten Ciamis, Baznas, hingga donasi dari jemaah pengajian. Bantuan berupa sembako, uang tunai, dan kebutuhan dasar lainnya telah disalurkan secara bertahap.
“Atas nama masyarakat dan Pemdes Payung Agung, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang peduli. Dukungan ini tidak hanya membantu kebutuhan warga, tetapi juga menjadi penguat moril bagi mereka,” ujar Kades Haris.
Ia berharap proses kelayakan lahan relokasi dapat segera tuntas, sehingga warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan jauh dari potensi bencana.
“Kami optimis, dengan kerja sama semua pihak, solusi permanen bisa segera diwujudkan,” pungkasnya.
Editor (Yan.P).


COMMENTS