LSM BIN Desak Kapolda Victor Sihombing Bongkar Tambang Ilegal, Ungkap Penyelundupan, dan Tindak Oknum Polri Belitung, radarkriminal.com Kun...
LSM BIN Desak Kapolda Victor Sihombing Bongkar Tambang Ilegal, Ungkap Penyelundupan, dan Tindak Oknum Polri
Belitung, radarkriminal.com
Kunjungan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Victor T. Sihombing ke Pulau Belitung, Kamis (4/12), terjadi di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap maraknya pertambangan timah ilegal dan dugaan penyelundupan timah yang dinilai kian merusak lingkungan serta merugikan negara.
Situasi ini mendapat sorotan keras dari LSM Barisan Independen Nusantara (BIN). Ketua LSM BIN, Lendra Gunawan, secara terbuka mendesak Kapolda Babel tidak berhenti pada penertiban di permukaan, tetapi berani membongkar jaringan besar di balik tambang ilegal dan praktik penyelundupan timah dari Belitung.
“Kami mendesak Kapolda bertindak tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Tambang ilegal dan penyelundupan timah ini bukan kejahatan kecil. Ini kejahatan terorganisir yang menghancurkan lingkungan dan merampas hak negara,” tegas Lendra kepada wartawan.
LSM BIN menilai, aktivitas tambang ilegal di Belitung telah menunjukkan pola sistematis, mulai dari pembukaan kawasan tanpa izin, perusakan pesisir dan hutan, hingga dugaan pengiriman timah keluar daerah secara ilegal. Menurut mereka, mustahil praktik ini berjalan lama tanpa adanya jaringan kuat dan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu.
Tak hanya itu, LSM BIN juga secara keras menuntut penindakan internal terhadap aparat penegak hukum apabila terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
“Jika ada anggota Polri yang terbukti terlibat, baik sebagai pelindung, pembeking, atau bagian dari jaringan, kami minta diproses pidana dan dipecat dari institusi. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik,” ujar Lendra.
Isu lingkungan menjadi titik kritis dalam desakan tersebut. LSM BIN memperingatkan bahwa kerusakan alam Belitung telah berada pada fase mengkhawatirkan. Hutan, daerah aliran sungai, hingga pesisir mengalami tekanan berat akibat aktivitas tambang yang tidak terkendali.
Lendra juga mengingatkan agar Belitung tidak mengikuti jejak sejumlah daerah lain di Sumatera yang lebih dulu mengalami bencana akibat eksploitasi alam yang masif.
“Jika ini dibiarkan, Belitung tinggal menunggu waktu. Bencana ekologis bukan lagi kemungkinan, tapi ancaman nyata,” katanya.
Desakan ini sekaligus menempatkan kunjungan Irjen Pol Victor T. Sihombing dalam sorotan tajam publik. Masyarakat kini menunggu apakah kedatangan Kapolda Babel akan diikuti oleh langkah konkret berupa operasi penertiban besar-besaran, pengungkapan jaringan penyelundupan, dan penindakan tegas terhadap aktor-aktor utama, atau justru berakhir sebagai agenda rutin tanpa dampak signifikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Polda Kepulauan Bangka Belitung belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan LSM BIN soal tambang ilegal, penyelundupan timah, maupun penindakan terhadap oknum aparat.
Publik Belitung kini menaruh harapan besar agar penegakan hukum tidak berhenti di level bawah, melainkan menyentuh aktor intelektual dan seluruh jaringan yang diduga bermain di balik kejahatan tambang timah ilegal dan penyelundupan.
Satu pesan yang menguat dari masyarakat: hukum harus berdiri di atas segalanya, atau Belitung akan terus digerogoti dari dalam.
( Red )

COMMENTS