Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal Sebuah peristiwa pelayanan kesehatan kembali menjadi sorotan setelah seorang warga dilaporkan mengalami kel...
Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal
Sebuah peristiwa pelayanan kesehatan kembali menjadi sorotan setelah seorang warga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan baru yang muncul pasca menjalani tindakan pencabutan gigi di salah satu fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama milik pemerintah.
Berdasarkan hasil konfirmasi RadarKriminal, Menurut keterangan korban kepada pendamping hukum dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Merah Putih Tasikmalaya yaitu Endra Rusnendar SH menyampaikan, "Bahwa, pasien awalnya datang untuk mendapatkan penanganan gigi. Namun, setelah tindakan medis dilakukan, pasien justru mengalami gangguan kesehatan yang sebelumnya tidak pernah diderita.
“Pasien kemudian kembali memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang sama, dan selanjutnya disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis saraf,” ungkap perwakilan YLBH Merah Putih Tasikmalaya dalam keterangan tertulisnya.
Hasil pemeriksaan spesialis saraf menunjukkan adanya indikasi hubungan antara keluhan kesehatan yang dialami pasien dengan tindakan pencabutan gigi sebelumnya. Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar operasional prosedur (SOP), kehati-hatian tenaga medis, serta sistem pengawasan mutu pelayanan kesehatan.
YLBH Merah Putih Tasikmalaya menegaskan bahwa pernyataan ini bukanlah tuduhan malpraktik, melainkan bentuk keprihatinan dan dorongan agar dilakukan klarifikasi serta evaluasi secara objektif oleh pihak berwenang.
“Keselamatan pasien adalah prinsip utama dalam pelayanan kesehatan. Ketika muncul penyakit baru pasca tindakan medis, negara melalui instansi terkait wajib hadir untuk memastikan apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar,” tegasnya.
Atas dasar itu, YLBH Merah Putih Tasikmalaya selaku pendamping hukum non-litigasi pasien telah mengajukan permohonan audiensi resmi kepada Dinas Kesehatan setempat guna meminta penjelasan, klarifikasi, serta langkah pembinaan apabila diperlukan.
Pihaknya juga menekankan bahwa mekanisme pengaduan dan evaluasi pelayanan kesehatan bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan sebagai instrumen perlindungan pasien dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Jika peristiwa seperti ini dibiarkan tanpa evaluasi, maka potensi kejadian serupa akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” tambahnya.
YLBH Merah Putih Tasikmalaya mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengalami dugaan pelayanan medis yang bermasalah, serta mendorong pemerintah daerah agar lebih terbuka dan responsif dalam menindaklanjuti aduan warga di sektor kesehatan.
- Endra R

COMMENTS