Tasikmalaya - Jawa Barat, Radar Kriminal Penanganan dugaan tindakan intimidatif dan pernyataan merendahkan profesi wartawan oleh oknum Kepal...
Tasikmalaya - Jawa Barat, Radar Kriminal
Penanganan dugaan tindakan intimidatif dan pernyataan merendahkan profesi wartawan oleh oknum Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, kini memasuki fase krusial. Pelapor dalam kasus ini resmi hadir memenuhi panggilan pemeriksaan BAP pertama di ruang Tipiter Polres Ciamis, menandai bergulirnya proses hukum secara lebih mendalam.
Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali kronologi awal kejadian, konteks kemunculan video viral, serta dasar pelapor mengajukan laporan. Pemeriksaan berlangsung intens dan mendalam sebagai upaya memetakan apakah terdapat unsur perbuatan yang dapat mengganggu kemerdekaan pers.
Pelapor Tak Hanya Datang sebagai Wartawan — Tetapi Atas Nama Profesi dan Akademisi Hukum
Pelapor menegaskan kepada penyidik bahwa dirinya bukan hanya hadir sebagai wartawan/Kabiro RadarKriminal, tetapi tergerak mewakili kegelisahan dan keberatan banyak insan pers.
Pelapor juga memiliki kapasitas ganda:
• Pembina YAYASAN LBH Merah Putih Tasikmalaya, yang kerap mendampingi masyarakat dan pekerja media dalam isu-isu hukum.
• Mahasiswa Magister Hukum (S2) di Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG), yang secara akademik memahami potensi pelanggaran dan dampaknya terhadap kemerdekaan pers.
Dengan demikian, laporan ini tidak berdiri atas kepentingan personal, tetapi lahir dari keprihatinan profesi sekaligus pandangan akademik bahwa tindakan seperti dalam video viral tersebut dapat menciptakan preseden berbahaya bagi masa depan kebebasan pers.
Pernyataan Oknum Kades dalam Video Dinilai Mengandung Nada Intimidatif
Dalam pemeriksaan, pelapor memaparkan hasil analisis kajian hukum serta pandangan akademik terkait isi video yang menampilkan ucapan oknum kepala desa. Menurut pelapor, ucapan tersebut berpotensi mengintimidasi, mengandung unsur provokatif, dan dapat merendahkan martabat profesi jurnalis.
Sejumlah wartawan yang mengetahui isi video itu juga menyatakan keberatan karena pernyataan tersebut dianggap bisa menciptakan situasi tidak aman bagi pekerja media yang menjalankan fungsi kontrol sosial di lapangan.
Isu Melebar Menjadi Perhatian Publik dan Nasional
Kasus ini bukan lagi isu tingkat desa. Video yang beredar luas telah menarik perhatian masyarakat, organisasi pers, dan pemerhati kebebasan informasi. Banyak yang menilai tindakan seperti yang terekam dalam video tidak boleh dibiarkan, karena berpotensi menjadi preseden negatif terhadap kemerdekaan pers di Indonesia.
Pelapor menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuhnya adalah untuk:
• menjamin keadilan dan perlindungan terhadap profesi pers,
• memastikan kepastian hukum bagi jurnalis,
• dan menjaga agar tidak ada pejabat publik yang menggunakan kewenangannya secara tidak tepat terhadap wartawan.
Proses Hukum Resmi Berjalan — Publik Diminta Ikuti Informasi Resmi
Dengan sudah keluarnya panggilan dan dimulainya BAP, proses hukum ini resmi berjalan dan menjadi perhatian banyak pihak. Pelapor bersama insan pers berharap Polres Ciamis menangani perkara ini secara tegas, profesional, dan transparan, karena menyangkut marwah pers dan kepentingan publik yang lebih luas.
Masyarakat diimbau untuk menunggu rilis resmi dari pihak kepolisian dan tidak terjebak pada spekulasi yang dapat memicu bias atau kegaduhan.
- Endra R

COMMENTS