Oplos Beras SPHP Lombok Timur: Ketika Gudang Dijadikan Tersangka, Publik Menelusuri Jejak yang Tak Pernah Disentuh

Lombok Timur, RK Kasus dugaan peredaran beras oplosan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Lombok Timur kini ber...


Lombok Timur, RK

Kasus dugaan peredaran beras oplosan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Lombok Timur kini berkembang menjadi ujian serius terhadap integritas pengawasan pangan negara. Penetapan satu orang pemilik gudang sebagai tersangka dinilai belum menjawab pertanyaan paling mendasar: bagaimana mungkin ratusan ton beras bermasalah lolos verifikasi, berlabel resmi, dan beredar tanpa pengetahuan institusi yang berwenang?


Ketua IT99, Hadiyat Dinata, menyebut bahwa perkara ini tidak dapat dipahami sebagai peristiwa tunggal. Berdasarkan kajian Open Source Intelligence (OSINT707) yang mereka lakukan, Dinata menegaskan bahwa oplos beras SPHP di NTB merupakan pola berulang, bukan anomali sesaat.


“Sepanjang 2025, Satgas Pangan Polda NTB dan jajarannya beberapa kali mengungkap pengoplosan dan peredaran beras bermerek palsu di bawah standar. Salah satunya penggerebekan gudang di Dasan Geres, Lombok Barat. Artinya, modus ini sudah terbaca, hanya saja terus berulang,” kata Dinata.


Ia memaparkan, hasil pemetaan awal menunjukkan pola yang relatif konsisten: keberadaan gudang penyimpanan bermasalah, aktor lokal yang berulang, indikasi keterlibatan aparatur sipil negara, serta penegakan hukum yang kerap muncul setelah tekanan atau laporan masyarakat, bukan dari sistem pengawasan internal.


Sorotan tajam juga diarahkan pada janggalnya kronologi penanganan perkara. Gudang mitra Bulog di Kecamatan Sikur diketahui telah disegel pada 22 Oktober 2025 (Rabu malam), namun publikasi resmi baru muncul di media pada 13 November 2025. Selisih waktu hampir tiga minggu ini menimbulkan pertanyaan serius.


“Jika ini perkara yang menyangkut pangan rakyat, mengapa publik harus menunggu hampir tiga minggu untuk mengetahui? Apa yang terjadi di ruang sunyi antara penyegelan dan konferensi pers?” ujar Dinata.


Lebih jauh, Dinata mempertanyakan logika penetapan tersangka tunggal. Menurutnya, penyitaan beras hingga ratusan ton mustahil dilepaskan dari rantai distribusi resmi. “Dalam mekanisme SPHP, Bulog melakukan verifikasi dan pengecekan sebelum beras diterima. Secara sistem, tidak mungkin beras masuk tanpa pengetahuan institusi,” tegasnya.


Ia bahkan mengklaim telah mengantongi lima karung sampel beras SPHP yang diduga oplosan, yang diperoleh dari beberapa mitra Bulog Lombok Timur, bukan satu titik. Temuan ini, kata Dinata, memperkuat dugaan bahwa masalah tidak berdiri sendiri.


Selain dugaan oplos, Dinata juga mengungkap indikasi praktik pungutan liar di lingkungan Bulog Lombok Timur. Modus yang disebutkan adalah biaya pengantaran, meski secara normatif Bulog tidak mengenal skema tersebut.


“Yang janggal, Kepala Cabang Bulog Lombok Timur, Supermansyah, menyebut angka Rp205.000 sebagai PPH. Namun ketika ditanya berapa sebenarnya PPH Bulog, tidak dapat dijelaskan secara substantif. Ini bukan sekadar miskomunikasi, ini soal transparansi,” ujarnya.


Pernyataan Dinata sejalan dengan keterangan tersangka FP (34), pemilik gudang di Desa Gelora, Kecamatan Sikur. Usai press release di Mapolres Lombok Timur, Jumat, 19 Desember 2025, FP menyampaikan bahwa distribusi beras SPHP dilakukan melalui mekanisme pemeriksaan dan persetujuan Bulog.


“Di Bulog ada pemeriksaan. Kalau barang diterima, itu hak Bulog untuk menolak atau menerima,” kata FP di hadapan wartawan.


FP mengungkapkan bahwa aktivitas pengemasan dan pengiriman beras telah berlangsung sejak Oktober 2025, dan seluruh beras berlabel Bulog tersebut tetap melalui proses pengecekan sebelum disalurkan ke pengecer. Ia menegaskan perannya hanya sebatas penyedia jasa pengemasan, bukan pelaku transaksi jual beli.


Pernyataan ini memunculkan pertanyaan lanjutan: jika pengecekan dilakukan, di titik mana standar mutu dilanggar—dan siapa yang bertanggung jawab secara struktural?


Sementara Satgas Pangan Polres Lombok Timur telah menetapkan pemilik gudang sebagai tersangka, tekanan publik kini mengarah pada pendalaman menyeluruh dari hulu ke hilir. Bagi Dinata, kunci keadilan kasus ini terletak pada keberanian penyidik menembus batas formalitas.


“Jangan jadikan mitra sebagai tumbal sistem. Jika penegakan hukum berhenti di level gudang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan, tapi juga kepercayaan publik terhadap negara dalam menjamin pangan rakyat,” pungkasnya. (Tim)

COMMENTS



Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,18,Bandung,78,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,38,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,80,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,48,belawan,28,belitung,586,belitung timur,27,beltim,66,bengkalis,4,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,18,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,3,ciamis,1288,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,91,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,9,Halmahera Timur,4,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,731,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,10,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,46,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,4,Kab.Tasikmalaya,7,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,63,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1558,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,Lalilef,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,17,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,19,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,3,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,107,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,8,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,18,Maybrat,1,meda,1,medan,930,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,3,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,78,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,80,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1109,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,768,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,43,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,122,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,338,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,Sofifi,1,solo,1,solok,1,sorong,149,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,4,sumsel,7,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,2,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,2,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,363,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,9,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,242,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,16729,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,6,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,131,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,6,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: Oplos Beras SPHP Lombok Timur: Ketika Gudang Dijadikan Tersangka, Publik Menelusuri Jejak yang Tak Pernah Disentuh
Oplos Beras SPHP Lombok Timur: Ketika Gudang Dijadikan Tersangka, Publik Menelusuri Jejak yang Tak Pernah Disentuh
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFfhrzA41pHIn8bB4fDGgOKps9yzriHb87X84BeLR6j0Vg-M4UfQ52INfK2jPXPrg6YaN0xmgaojvRpZsqnE-AUqvoVOacHxOoC4Jfynq484B5mpmg6EQkZy1DHJ1w6UsWyBUK7as5lSyJWkDEjdP7HvwAAwPmwMojNUbwp0yzULEqTbChT9hS06u10vbq/s320/1002560525.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFfhrzA41pHIn8bB4fDGgOKps9yzriHb87X84BeLR6j0Vg-M4UfQ52INfK2jPXPrg6YaN0xmgaojvRpZsqnE-AUqvoVOacHxOoC4Jfynq484B5mpmg6EQkZy1DHJ1w6UsWyBUK7as5lSyJWkDEjdP7HvwAAwPmwMojNUbwp0yzULEqTbChT9hS06u10vbq/s72-c/1002560525.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2025/12/oplos-beras-sphp-lombok-timur-ketika.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2025/12/oplos-beras-sphp-lombok-timur-ketika.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy