Belitung,radarkriminal.com 15 Januari 2026Isu dugaan parkir liar di sepanjang Jalan Sriwijaya, Belitung, kembali diviralkan oleh seorang ...
Belitung,radarkriminal.com
15 Januari 2026Isu dugaan parkir liar di sepanjang Jalan Sriwijaya, Belitung, kembali diviralkan oleh seorang oknum yang mengaku wartawan, berinisial HR. Namun, upaya tersebut dinilai sarat kepentingan pribadi, tidak berbasis data lapangan, serta cenderung memaksakan kehendak dengan narasi yang menyesatkan publik.
HR diketahui merupakan mantan pensiunan TNI yang sebelumnya juga pernah viral secara nasional akibat insiden pengeroyokan oleh warga di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, saat melakukan peliputan bersama oknum wartawan lain dengan gaya arogan. Fakta ini kembali disorot publik karena pola pemberitaan yang dinilai mengulang cara lama: provokatif, minim verifikasi, dan cenderung memecah belah.
Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, tudingan HR terkait aktivitas parkir di Jalan Sriwijaya tidak sejalan dengan kondisi faktual. Sejumlah pengunjung, termasuk pejabat dan aparat penegak hukum, justru menyatakan tidak merasa dirugikan maupun keberatan dengan penataan kendaraan yang dilakukan oleh masyarakat.
Salah satu pengunjung berinisial AB menegaskan bahwa tidak ada pungutan maupun unsur pemaksaan.
“Kami parkir dengan tertib. Tidak ada tarif, tidak ada kewajiban membayar. Ini hanya dibantu diarahkan oleh warga,” ujarnya.
Warga yang terlibat dalam penataan kendaraan juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan parkir resmi dan tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun.
“Ini murni inisiatif sosial untuk menjaga ketertiban. Kalau tidak diarahkan, kendaraan justru semrawut dan mengganggu arus,” ujar salah satu warga.
Sementara itu, LSM BIN mencatat bahwa aktivitas penataan kendaraan di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama dan tidak pernah menimbulkan keluhan serius dari masyarakat maupun pelaku usaha.
“Kalau ada yang merasa dirugikan, buktikan secara objektif. Jangan membangun opini liar hanya dari asumsi dan data gentayangan,” tegas perwakilan LSM BIN.
DPW LSM BIN juga menekankan bahwa apabila pemerintah daerah ingin melakukan penataan parkir secara resmi, maka negara harus hadir secara utuh, melalui regulasi, pembinaan, serta penyediaan sarana pendukung.
“Selama belum ada kebijakan resmi dari dinas terkait, gotong royong masyarakat menjaga ketertiban tidak boleh langsung dicurigai apalagi dipelintir,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sepanjang Jalan Sriwijaya terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal tanpa gangguan, bertolak belakang dengan narasi provokatif yang sengaja diviralkan oleh segelintir oknum.
(Red)

COMMENTS