Pembiaran Negara di Atas Sungai Asia Plaza ? Pemkot Tasikmalaya Didesak Hentikan Sikap “Manca Mencle” dan Tegakkan Hukum di 2026

Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal  Dugaan pembiaran terang-terangan Pemerintah Kota Tasikmalaya atas keberadaan dan aktivitas pembangunan ban...


Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal 

Dugaan pembiaran terang-terangan Pemerintah Kota Tasikmalaya atas keberadaan dan aktivitas pembangunan bangunan di atas aliran sungai kawasan Asia Plaza kian menegaskan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan tata ruang dan perlindungan sumber daya air. Alih-alih bersikap tegas, Pemkot Tasikmalaya justru dinilai “manca mencle”, seakan berdiri di pihak kepentingan pengusaha dan berseberangan dengan ketentuan hukum pemerintah pusat.


Padahal, aturan nasional secara tegas melarang pendirian bangunan, baik sebagian maupun keseluruhan, di atas badan sungai. Larangan tersebut bukan sekadar norma administratif, melainkan perintah hukum yang bersifat imperatif demi menjaga fungsi ekologis, keselamatan publik, dan pencegahan bencana.


Larangan Tegas dalam Aturan Pusat


Praktik pembangunan di atas sungai jelas bertentangan dengan:


Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menegaskan sungai dikuasai negara dan wajib dijaga fungsinya, serta dilarang dimanfaatkan dengan cara yang menghambat aliran, mengurangi kapasitas, atau merusak fungsi sungai.

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang menyatakan bahwa badan sungai dan sempadan sungai merupakan ruang lindung dan tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen.

Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai, yang secara eksplisit mewajibkan sempadan sungai bebas dari bangunan, kecuali untuk prasarana tertentu yang berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya air—bukan untuk kepentingan komersial.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang memberikan dasar sanksi administratif hingga pidana terhadap pelanggaran tata ruang, termasuk pembiaran oleh pejabat berwenang.


Dengan dasar hukum tersebut, tidak ada ruang tafsir bagi pemerintah daerah untuk “membenarkan” bangunan di atas sungai dengan dalih investasi, revitalisasi kawasan, atau kebijakan lokal.


Pembiaran yang Berpotensi Melawan Hukum


Sikap diam dan tidak tegas Pemkot Tasikmalaya berpotensi masuk dalam kategori pembiaran pelanggaran hukum dan maladministrasi, bahkan membuka ruang dugaan penyalahgunaan kewenangan. Prinsip lex superior derogat legi inferiori menegaskan bahwa kebijakan daerah tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah di atasnya.


Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pemerintah daerah bukan hanya gagal menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berisiko dianggap secara sadar mengabaikan dan menentang kebijakan nasional dalam perlindungan sungai.


YLBH–Merah Putih: Siap Bawa ke Provinsi Jawa Barat


Berdasarkan hasil konfirmasi kepada RadarKriminal, Endra Rusnendar SH selaku Pembina YLBH–Merah Putih Tasikmalaya menegaskan, jika Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menutup mata dan menutup telinga atas dugaan pelanggaran pembangunan di atas sungai kawasan Asia Plaza, maka pada awal tahun 2026 pihaknya akan secara resmi melayangkan permohonan audiensi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Langkah ini ditegaskan bukan untuk membesar-besarkan persoalan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab publik ketika pemerintah kota hanya melihat tetapi tidak bertindak. Dalam kondisi demikian, pengambilalihan kewenangan oleh pemerintah provinsi justru menjadi langkah yang sah dan konstitusional.


Preseden penegakan hukum sebelumnya menjadi rujukan penting. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pernah mengambil langkah tegas berupa pembongkaran bangunan di sekitar aliran Sungai Ciloseh, kawasan dekat Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya, ketika terjadi pelanggaran serupa dan pemerintah daerah dinilai tidak efektif bertindak.


“Jika sungai dilanggar dan pemerintah kota memilih diam, maka tidak ada alasan bagi pemerintah provinsi untuk kembali turun tangan. Hukum tidak boleh kalah oleh pembiaran,” tegas pernyataan YLBH–Merah Putih Tasikmalaya.


Tuntutan Tegas di Tahun 2026


Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya dituntut untuk:


1. Menghentikan sikap abu-abu dan menunjukkan keberpihakan pada hukum, bukan pada kepentingan modal.

2. Melakukan penertiban dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan yang berada di atas atau melanggar sempadan sungai, khususnya di kawasan Asia Plaza.

3. Membuka secara transparan seluruh dokumen perizinan, termasuk rekomendasi teknis dan lingkungan.

4. Berkoordinasi aktif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta pemerintah provinsi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan pusat.


Pembiaran hari ini adalah bencana esok hari. Sungai bukan ruang kompromi bagi kepentingan bisnis. Jika Pemkot Tasikmalaya terus bersikap “manca mencle”, publik berhak mempertanyakan: siapa yang sebenarnya dilindungi—hukum atau pelanggaran?


- Endra R

COMMENTS





Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,17,Bandung,77,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,31,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,77,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,48,belawan,28,belitung,553,belitung timur,27,beltim,66,bengkalis,3,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,17,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,2,ciamis,1201,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,82,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,1,Halmahera Timur,1,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,729,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,9,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,44,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,4,Kab.Tasikmalaya,5,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,63,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1553,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,15,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,11,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,1,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,107,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,7,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,14,Maybrat,1,meda,1,medan,889,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,2,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,77,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,71,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1021,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,751,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,43,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,119,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,331,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,solo,1,solok,1,sorong,148,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,3,sumsel,5,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,2,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,2,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,354,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,9,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,216,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,16338,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,129,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,6,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: Pembiaran Negara di Atas Sungai Asia Plaza ? Pemkot Tasikmalaya Didesak Hentikan Sikap “Manca Mencle” dan Tegakkan Hukum di 2026
Pembiaran Negara di Atas Sungai Asia Plaza ? Pemkot Tasikmalaya Didesak Hentikan Sikap “Manca Mencle” dan Tegakkan Hukum di 2026
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9P8LlFzjcTHHXUfcIUrOSgRt3lhJckGMWs5PB4lm8AmMqh46lZ8luRrEjCghCUUibVi-leGbAnFEFXIECYSAaLdB_K9X9VIbrIhk9wXnY5tsyQojWQpHW9eaR6ltRK-FCi6Od3va1yl9XT170i_noIHmkpGajas9xma2Jk78ytEh5j6zHKWLIw8fta0VR/s320/1002639584.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9P8LlFzjcTHHXUfcIUrOSgRt3lhJckGMWs5PB4lm8AmMqh46lZ8luRrEjCghCUUibVi-leGbAnFEFXIECYSAaLdB_K9X9VIbrIhk9wXnY5tsyQojWQpHW9eaR6ltRK-FCi6Od3va1yl9XT170i_noIHmkpGajas9xma2Jk78ytEh5j6zHKWLIw8fta0VR/s72-c/1002639584.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2026/01/pembiaran-negara-di-atas-sungai-asia.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2026/01/pembiaran-negara-di-atas-sungai-asia.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy