Pandeglang, RK Keluhan warga terkait aktivitas peternakan bebek milik BUMDes Lestari Panimbangjaya di Kampung Lelang Baru RT 02 RW 02, Desa ...
Pandeglang, RK
Keluhan warga terkait aktivitas peternakan bebek milik BUMDes Lestari Panimbangjaya di Kampung Lelang Baru RT 02 RW 02, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus mencuat. Bau tidak sedap yang diduga berasal dari kandang bebek dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan dan memunculkan pertanyaan soal pengawasan pemerintah desa.
Warga menyebut bau menyengat semakin terasa saat musim hujan, ketika kondisi kandang menjadi lembap dan basah. Situasi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kualitas udara di sekitar permukiman.
“Kalau hujan baunya makin menyengat, udara jadi pengap. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah desa,” ujar salah seorang warga, Jumat (30/1/26).
Selain bau, warga juga mengkhawatirkan potensi dampak lingkungan dan kesehatan apabila pengelolaan kandang tidak dilakukan secara optimal. Kandang yang kotor dan basah berpotensi meningkatkan populasi lalat, mencemari lingkungan sekitar, serta memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Bukan cuma baunya, lalat juga banyak. Ini kan dekat pemukiman, seharusnya ada pengawasan rutin dari desa,” kata warga lainnya.
Warga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak desa, namun hingga kini belum melihat adanya langkah nyata atau penataan yang signifikan. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai sejauh mana fungsi pengawasan pemerintah desa terhadap unit usaha BUMDes yang berada di tengah permukiman warga.
Sebagaimana diketahui, BUMDes merupakan badan usaha milik desa yang seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan masyarakat, serta ketertiban sosial. Pengawasan dan pembinaan menjadi tanggung jawab pemerintah desa agar kegiatan usaha tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga.
Sementara itu, Wirya selaku Ketua RT setempat sekaligus pengelola ternak bebek dan anggota BUMDes Lestari Panimbangjaya membenarkan adanya keluhan warga. Ia menyebut jumlah bebek yang dikelola sekitar 1.100 ekor dan mengakui perlunya penataan lebih lanjut.
“Keluhan warga memang ada. Kami juga sudah memikirkan rencana pemindahan kandang ke lokasi yang lebih jauh dari pemukiman, salah satunya ke wilayah pesisir,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Warga berharap pemerintah desa tidak hanya menunggu keluhan, tetapi aktif melakukan evaluasi, pengawasan lapangan, serta memberikan arahan teknis terkait pengelolaan kandang, seperti penerapan sistem kandang kering, manajemen limbah, dan penggunaan probiotik untuk mengurangi bau.
“Usaha boleh jalan, tapi desa harus hadir mengawasi. Jangan sampai BUMDes justru merugikan warganya sendiri,” ujar seorang warga Panimbangjaya.
Masyarakat juga mendorong agar pemerintah desa melibatkan instansi terkait dalam melakukan peninjauan, sehingga aktivitas peternakan dapat berjalan sesuai aturan, tidak mencemari lingkungan, dan tetap menjaga kenyamanan serta kesehatan warga sekitar.
(YEN)

COMMENTS