LSM LPPN-RI Meminta kepada Polda Kalbar Dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kalbar, Menindak Galian C di Bukit Gunung Ambawang Kubu yang diduga Tidak Mengantongi izin Resmi

Kubu Raya(Kalbar), Radar Kriminal Tim Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) LPPN-RI Kalimatan Barat, menjelaskan kepada para Awak medi...




Kubu Raya(Kalbar), Radar Kriminal

Tim Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) LPPN-RI Kalimatan Barat, menjelaskan kepada para Awak media, Hari Jum'at (19/11/2021).


"Berawal sewaktu bertemu Aliong diperusahaan nya pada hari Jum'at,(12/11/2021), yang lalu di Desa Air Putih kubu, Aliong mengatakan dengan logat bahasa nya ia mengatakan bahwa izin pertambangan dan izin prinsip,kerena kite kurang tahu dan Aku sekolahpun tidak ada, menurut Aliong selaku pemilik Tambang galian  C mengengklim bahwa kalau tidak disuruh kerja saya pun juga akan kerja, dari izin  Gurbenur suruh kerja ya saya pun kerjalah jawab Aliong" tidak apa,saya pun kerja ,kalau untuk exspor impor tidak boleh dan kita kan untuk keliling masyarakat kubu raya, untuk timbun-timbun pokok jalan,jalan tenda ucap Bong Aliong," kepada Zulkifli.


Pada saat Tim inventigasi menanyakan mengenai izin Pertambangan IUP dan AMDAL yang ada dikalbar izin nya Perusahan/PT. Bong  Aliong, milik Aliong.


Aliong pun berkelit, bahwa izin Perusahaan nya sudah terdaftar dan resmi,karena sudah di,urus orang kepercayaan nya yang berisial IM yang berkerja dikantor Desa Air Putih kecamatan kubu, Kabupaten kubu Raya.


Pada saat Tim Inventigasi LPPN-RI Kalimatan Barat, menunjukan izin Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral  Republik Indonesia,Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ,Dokumen ini telah ditanda tangani secara Elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE, B-736/MB.07/DJB.T/2021 ditetapkan dijakarta tertanggal 6 September 2021 Semua izin Pertambangan diseluruh Indonesia dan Kalimantan Barat tidak satu pun ada nama Perusahan/PT.Bong Aliong.


Mantan Kepala Desa Ambawang Kliminsius Iwan, sewaktu dihubungi  media melalui Wast App nya, bahwa ia tidak pernah memberikan izin Galian C untuk Bong Aliong, hanya memberikan izin berdomisili..begitu pesan  Wast yang disampaikan mantan kepala desa Ambawang Kliminsius Iwan.


Pak Aliong terdiam sejenak ,serta berkelit bahwa Perusahaan/PT. Bong Aliong miliknya dulu dikenakan dendanya terlalu besar sampai mencapai 10 Milyar, menurutnya dan sudah dibayar separuh, masih ada sisa denda pajak kurang lebih 1 Milyar, berhubung saya (Aliong), masih hutang 1 milyar maka nya Perusahan/PT. Bong Aliong di tutup, dan sekarang perusahaan/ PT. Bong Aliong, disambung kembali dengan pajak sudah pemutihan jelasnya.


"Menurut Zulkifli , kok bisa ya pajaknya dulu masih ada denda pajak mencapai 1 Milyar belum terselesaikan sudah pemutihan, ucap Pak Aliong, kepada Tim inventigasi LPPN-RI Kalimatan Barat. Bagaimana itu? Wah ini patut diduga ada oknum permainan pajak yang bermain donk, itu pajak Negara yang seharusnya disetorkan pula ke Negara " ini hati-hati lho pak Aliong ! Ingat negara sudah dirugikan Banyak Atas pekerjaan Tambang Galian C diduga tanpa milik Pak Aliong lho, kata Zulkifli" Karena Tambang Galian C yang pak Aliong lakukan sudah sejak lama ini dan sudah sangat merugikan ke Uangan negara yang cukup besar," ucap Zul.


"Dulu di waktu kepemimpinan  Bupati, H Rusman Ali, Tambang milik Aliong di wilayah Desa Gunung Ambawang Kecamatan Kubu tahun 2008 sudah dihentikan, ini terpantau lagi kegiatan Aktifitas kerja dilokasi yang dilakukan Oleh Perusahaan milik Bong Aliong, Zulkifli selaku Pengawasan dari Lembaga LPPN-RI,Minta Kepada Polda Kalimantan Barat Dapat Bertindak Tegas.

Pungkas nya.


Basrianto selaku AnggotaTim Investigasi lembaga Swadaya masyarakat dari LPPN-RI Kalimatan Barat. Ia,menjelaskan bahwa menurutnya, kalau regulerasi perusahan yang punya IUP ketika mau melakukan pertambangan haruslah terlebih dulu melakukan jaminanan reklamasi perusahaan serta harus meletakkan uang reklamasi pagar di pemerintah,itu bisa digunakan kalau itu IUP dan AMDAL nya juga Resmi, sementara waktu ditambahnya lagi pengolahan pertambangan itu dari tahun 2020 akhir sampai sekarang ini belum ada perpanjangan izin maupun penambahan izin baru dan itu semuanya diambil alih oleh Pusat. Bahwa dalam hal ini para penegak hukum dan instansi terkait telah melakukan pembiaran sehingga Pelaku penambang galian C yang diduga tanpa izin milik Perusahaan/PT Bong Aliong sampai saat ini belum ditindak atau di proses hukum karena diduga terjadi Gratifikasi yg di terima para Penegak Hukum, maupun Dinas KLH yang dalam hal ini punya Kapasitas terkait legalitas AMDAL, Dengan seperti itu sudah jelas di Duga kuat telah terjadi Gratifikasi atau Penyuapan yg di lakukan oleh Bong Aliong kepada Oknum-oknum terkait dengan  Penambangan Galian C Tersebut.


"Basrianto, meminta Kepada APH Polda Kalbar dan Inspektorat Tambang kalbar haruslah mengawasi secara teknis aktifitas tambang galian C yang punya izin serta yang tidak punya izin, serta minta Inspektorat Tambang agar menghentikan tambang galian C diduga tanpa izin milik Perusahaan Bong Aliong tersebut,dan ini adalah Tugas Inspektorat Tambang untuk menindak lanjuti izin-izin yang sudah mati maupun izin yang tidak ada/terdaftar Milik Perusahaan Bong Aliong, Permasalahan bukan hanya masuk didalam hutan lindung atau tidak , tapi apabila ada penambangan harus ada ijin. Kalau tdk ada harus dibhentikan atau diproses hukum yang berlaku, karena sangat Perusahaan/PT,Bong Aliong diduga belum memiliki izin resmi dari  Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral  Republik Indonesia,Direktorat Jenderal  Mineral dan Batubara tersebut," Pungkas Basrianto selaku dari LPPN-RI Kalimatan Barat.

(A.Suherman S.:Kaperwil Prov.Kalbar)Tim.RK

COMMENTS

Nama

abu dhabi,1,aceh,21,Aceh Barat,2,aceh timur,137,aceh utara,3,Adventorial,6,artikel,1,Asahan,7,badung,1,banda aceh,1,Bandung,7,bandung barat,5,bangka,15,bangka barat,15,bangka selatan,2,bangka tengah,4,banjarmasin,1,banten,1,Banyuasin,1,banyuwangi,1,Bat,2,batam,3,batu bara,3,bekasi,18,belawan,1,bengkalis,3,bireuen,1,bojonegoro,1,bolsel,1,Bondowoso,1,ciamis,2,Cianjur,22,cimahi,1,cirebon,6,Covid-19,14,Daerah,2812,deli serdang,3,denpasar,5,Depok,1,dumai,1,Ekonomi,1,garut,1,Gorontalo,1,gresik,1,gunungsitoli,6,halmahera,1,Halmahera Barat,10,Halmahera Selatan,3,Hukum,2,idi rayeuk,1,indonesia,1,Internasional,1,jakarta,129,jakarta barat,1,jatim,1,Jawa Barat,2,Jawa Timur,1,Jawabarat,5,jayapura,3,Jepara,4,jombang,1,kab. bandung,4,kab.bekasi,1,Kalbar,4,Kalimantan Barat,2,kalsel,1,Kampar,2,Kapuas Hulu,1,Karimun,15,Kasus,1,ketapang,4,klaten,26,kota agung,7,Kota Pinang,1,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kubu raya,21,Labubanbatu,55,Labubanbatu selatan,14,labuhanbatu,365,Labuhanbatu Raya,1,labuhanbatu selatan,99,Labuhanbatu Utara,6,Lahubanbatu,1,Lampung,23,Lampung Barat,1,Lampung tengah,14,landak,16,langkat,1,langsa,2,lebak,1,lingga,41,Majalengka,100,Makassar,1,malut,6,mamuju,3,manado,1,medan,36,Melawi,16,mempawah,1,menggala kota,1,menjalin,1,metro,1,muara dua,1,muara enim,15,mukomuko,1,muntok,1,musi rawas,1,Nias,13,Nias Selatan,3,Nias utara,5,NTB,23,oku selatan,4,padang lawas,1,palembang,8,Pandeglang,58,pangkal pinang,4,papua barat,1,pekanbaru,7,Pemalang,1,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,8,politik,116,Pontianak,45,prabumulih,1,purwakarta,2,Ragam,2755,raja ampat,2,Rantauprapat,10,Riau,6,rokan hulu,1,rote ndao,1,sambas,2,samosir,1,sanggau,16,sekadau,2,semarang,1,Serang,4,siak,1,siantar,3,Sibolga,3,sidempuan,1,sidoarjo,26,Simalungun,99,singkawang,2,sinjai,1,sintang,25,solok,1,sorong,3,Sosial,14,Suap,1,Subang,5,sukabumi,1,sulsel,1,sumbawa barat,1,sumut,3,Sungai Ambawang,1,surabaya,7,surakarta,3,tangerang selatan,2,tanggamus,25,tasikmalaya,3,Teekini,1,Terkini,4523,Terkino,1,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,toba,2,tuban,1,tulang bawang,36,wonosobo,3,yogyakarta,1,
ltr
item
radarkriminal.com: LSM LPPN-RI Meminta kepada Polda Kalbar Dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kalbar, Menindak Galian C di Bukit Gunung Ambawang Kubu yang diduga Tidak Mengantongi izin Resmi
LSM LPPN-RI Meminta kepada Polda Kalbar Dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kalbar, Menindak Galian C di Bukit Gunung Ambawang Kubu yang diduga Tidak Mengantongi izin Resmi
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgABci_LTE904Ebck69XGCkxvZ5HI4Ht3vsU9nc11Y8gQsLHTvVVavwgv4Tgcjb_VyOuS6lmUsg78yZrIibrtVqi5839Y7mrISIGsSN-eSQ6fiivf7GI8OCHM0AO-D0f_Z0JtzLwROhvziEg-qXZU0Fniq7oY-48geNeFcmjQtrYhaKI8U3M_uZSZ9x8A=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgABci_LTE904Ebck69XGCkxvZ5HI4Ht3vsU9nc11Y8gQsLHTvVVavwgv4Tgcjb_VyOuS6lmUsg78yZrIibrtVqi5839Y7mrISIGsSN-eSQ6fiivf7GI8OCHM0AO-D0f_Z0JtzLwROhvziEg-qXZU0Fniq7oY-48geNeFcmjQtrYhaKI8U3M_uZSZ9x8A=s72-c
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2021/11/lsm-lppn-ri-meminta-kepada-polda-kalbar.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2021/11/lsm-lppn-ri-meminta-kepada-polda-kalbar.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy