Tak Terima Anak Buahnya Dibilang Tak Profesional, Kajati Kalbar: Penasehat Hukum Terdakwa Tidak Memahami Tugas Jaksa

PONTIANAK, RADAR KRIMINAL   Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Masyhudi, memberikan pembelaan terhadap dua orang anak buahnya yang mer...


PONTIANAK, RADAR KRIMINAL
 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Masyhudi, memberikan pembelaan terhadap dua orang anak buahnya yang merupakan jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau--yang sebelumnya dituding tidak profesional dalam menangani proses hukum pemberantasan dugaan korupsi di PTPN XIII Kabupaten Sanggau--oleh penasehat hukum terdakwa Herkulanus Lidin, Erma Suryani Ranik.


Tak hanya itu, Erma Suryani Ranik bahkan melaporkan kedua jaksa Kejari sanggau tersebut ke Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.


"Selaku kuasa hukum terdakwa, seharusnya memahami tugas yang dilakukan oleh penyidik, dan jaksa serta seharusnya memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat secara proporsional," jelas Masyhudi saat menggelar konferensi pers, Senin (11/04l2022) pukul 09.00 Wib, di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.


Sebelumnya, Masyhudi menekankan, bahwa upaya hukum yang dilakukan oleh jaksa adalah merupakan bentuk nyata profesionalisme dari jaksa dalam proses peradilan. 


"Jaksa tersebut sudah menjalankan tugasnya secara profesional, alasan jaksa melakukan upaya hukum Kasasi karena ada kerugian negara sesuai perhitungan BPK sebesar Rp 854.040.325,--dan dalam putusan pengadilan tidak mempertimbangkan uang pengganti yang seharusnya ditanggung juga oleh terdakwa akan tetapi kejaksaan tetap menghormati putusan tersebut," tegasnya.


Lebih lanjut, Masyhudi juga menerangkan, dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi ini, ada 6 berkas perkara. Dimana dari 6 orang terdakwa diantaranya 3 orang  yang merupakan pejabat dari PTPN XIII  yaitu Fransiscus Herianto sebagai asisten kepala tanaman, Herianto Hasugian GM Distrik Kalimantan dan Markus Suharno. 


"Dari 6 orang terdakwa, 3 perkara sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena putusan sesuai dengan tuntutan jaksa, dan dalam perhitungan BPK  terhadap 3 orang terdakwa diperoleh fakta  tidak menerima aliran dana dan tidak menikmati uang hasil korupsi tersebut  tidak ada kewajiban untuk membayar uang pengganti, atas dasar itu jaksa menerima putusan," jelasnya lagi.


Sedangkan untuk kasus terdakwa Herkulanus Lidin dan Saragi, lanjut Masyhudi, jaksa melakukan upaya hukum karena berdasarkan perhitungan BPK ada  kerugian negara yang juga seharusnya ikut dipertanggungjawabkan oleh terdakwa, sedangkan dalam putusan pengadilan tidak mempertimbangkan uang pengganti sesuai dengan tuntutan jaksa.


Kegiatan jumpa pers tersebut dilaksanakan dengan mempedomani protokol kesehatan yang sangat ketat dengan melaksanakan 5 M (Wan Daly) 


(Ayi Suherman S. : Kaperwil RK. Kalbar)

COMMENTS

Nama

abu dhabi,1,aceh,22,Aceh Barat,2,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,1,artikel,2,Asahan,10,badung,2,bali,11,banda aceh,1,bandar lampung,2,Bandung,30,bandung barat,5,bangka,58,bangka barat,47,bangka selatan,6,bangka tengah,5,banjarmasin,1,banten,3,Banyuasin,1,banyuwangi,120,Bat,2,batam,5,batang,1,batang kuis,1,batu bara,22,bekasi,21,belawan,1,bengkalis,3,bengkayang,14,berau,1,Bilah Hulu,1,binjai,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,1,bogor,7,bojonegoro,2,bolsel,1,Bondowoso,3,boyolali,1,brebes,1,ciamis,2,Cianjur,30,cilacap,1,cimahi,1,cirebon,6,Covid-19,14,Daerah,2812,deli serdang,9,denpasar,8,Depok,3,dumai,1,Ekonomi,1,garut,1,Gorontalo,1,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,7,halmahera,1,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,3,Hukum,2,idi rayeuk,1,indonesia,1,Internasional,1,jakarta,370,jakarta barat,1,jatim,3,Jawa Barat,7,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,Jawabarat,5,jayapura,4,jember,4,Jepara,4,jombang,2,kab. bandung,4,kab.bekasi,1,Kalbar,25,Kalimantan Barat,5,kalsel,1,Kaltim,1,Kampar,2,Kapuas Hulu,7,karawang,1,Karimun,86,Kasus,1,kayong utara,11,kediri,2,keerom,1,kendari,1,Kepri,9,ketapang,32,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,7,Kota Pinang,1,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuansing,1,kubu raya,148,Labubanbatu,57,Labubanbatu selatan,14,labuhanbatu,1005,Labuhanbatu Raya,1,labuhanbatu selatan,103,Labuhanbatu Utara,6,labura,12,Lahubanbatu,1,lamongan,1,Lampung,28,Lampung Barat,1,Lampung tengah,14,Lampung timur,2,lampung utara,1,landak,41,langkat,1,langsa,3,lebak,1,lembak,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lumajang,1,madiun,1,Majalengka,105,Makassar,1,malang,6,malut,7,mamuju,3,manado,2,mataram,1,medan,63,Melawi,39,mempawah,13,menggala kota,1,menjalin,1,metro,1,mojokerto,3,muara dua,10,muara enim,77,mukomuko,3,muntok,1,musi banyuasin,1,musi rawas,1,nanga pinoh,1,negeri lama,1,nganjuk,2,Nias,14,Nias Selatan,3,Nias utara,5,NTB,61,ogan ilir,1,oku selatan,9,padang lawas,1,padang sidimpuan,2,palembang,15,pali,3,pamekasan,1,Pandeglang,62,pangandaran,1,pangkal pinang,11,papua,2,papua barat,1,parapat,1,Pasuruan,1,pekanbaru,8,Pemalang,1,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,8,politik,116,ponorogo,2,Pontianak,347,pontianak utara,1,prabumulih,1,probolinggo,6,purwakarta,4,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,2,radar kriminal,1,Ragam,2755,raja ampat,2,Rantauprapat,23,Riau,7,rokan hulu,1,rote ndao,1,sambas,7,samosir,3,sanggau,48,sekadau,8,sekayam,1,selayar,1,semarang,4,Serang,5,siak,1,siantar,3,Sibolga,3,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,142,singkawang,23,sinjai,1,sintang,56,solo,1,solok,1,sorong,3,Sosial,14,sragen,1,Suap,1,Subang,6,subulussalam,3,sukabumi,8,sukadana,1,sulsel,2,sumatera,1,sumbawa barat,3,sumenep,1,sumsel,3,sumut,12,Sungai Ambawang,2,surabaya,30,surakarta,5,tana tidung,1,tangerang selatan,2,tanggamus,25,tanjung agung,1,tanjung enim,2,tasikmalaya,3,Teekini,1,Terkini,6916,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,toba,2,trenggelek,1,tuban,1,tulang bawang,36,tulungagung,2,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,3,
ltr
item
radarkriminal.com: Tak Terima Anak Buahnya Dibilang Tak Profesional, Kajati Kalbar: Penasehat Hukum Terdakwa Tidak Memahami Tugas Jaksa
Tak Terima Anak Buahnya Dibilang Tak Profesional, Kajati Kalbar: Penasehat Hukum Terdakwa Tidak Memahami Tugas Jaksa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7tvMztdQ-r2wyVY1LfhdjWu96FDcYSAn9AFtW_unCKBhw03yfECFwzzWOYC40S31VJBI24EnX2TyX6PU-o304UMecJP3cWOfREgBGTUaeLjX4PEe_EZJfMaQhqo5hpOwxSClNmFtf2lXx3IoMi5THZ36KcISw5ULaONj_NDWOBz4JkEkyaWDLRRReSA/s320/IMG-20220412-WA0056.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7tvMztdQ-r2wyVY1LfhdjWu96FDcYSAn9AFtW_unCKBhw03yfECFwzzWOYC40S31VJBI24EnX2TyX6PU-o304UMecJP3cWOfREgBGTUaeLjX4PEe_EZJfMaQhqo5hpOwxSClNmFtf2lXx3IoMi5THZ36KcISw5ULaONj_NDWOBz4JkEkyaWDLRRReSA/s72-c/IMG-20220412-WA0056.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2022/04/tak-terima-anak-buahnya-dibilang-tak.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2022/04/tak-terima-anak-buahnya-dibilang-tak.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy