Diduga Kajian Tidak Tepat,Ketua PAC PP Hadi Suhendra Minta Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas Milik PT.JIU

Belawan, Radarkriminal.com Aktivitas Depo Peti Kemas milik PT.Jaya Industri Utama (JIU) yang berada di Jalan Medan-Belawan Kelurahan Belawan...


Belawan, Radarkriminal.com

Aktivitas Depo Peti Kemas milik PT.Jaya Industri Utama (JIU) yang berada di Jalan Medan-Belawan Kelurahan Belawan 1 (satu) Kecamatan Medan-Belawan tepatnya didepan Terminal Penumpang Bandar Deli menuai kritikan tajam dari berbagai elemen masyarakat khususnya Tokoh Pemuda masyarakat Belawan    


Pasalnya lahan Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) tersebut terlalu kecil sehingga berakibat banyaknya Truk pengangkut kontainer harus parkir sembarangan tepatnya dipinggir badan jalan raya umum Medan-Belawan


Selain keresahan,Tentunya hal tersebut dapat menimbulkan ketidak nyamanan lantaran disebabkan Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) berada di pemukiman masyarakat yang mana efeknya menimbulkan kemacetan dan terjadinya polusi udara  


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra, Kepada wartawan ini di Kantor PAC PP Kecamatan Medan Belawan, Senin, 13 Mei 2024


Ia mengatakan bahwa kajian awal yang dilakukan oleh pihak Kantor Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan atas lahan  PT KAI yang disewakan kepada Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) tidak tepat sasaran


"Jadi kajian lahan Depo Peti Kemas tersebut dilakukan tidak sesuai dengan fakta dilapangan atau tidak tepat sasaran, contohnya berhadapan dengan Terminal Penumpang Bandar Deli, menimbulkan kemacetan di jalan raya umum Medan-Belawan, Depo Peti Kemas berada di pemukiman masyarakat dan menimbulkan banyak debu sehingga menyebabkan polusi udara,"jelas Hadi Suhendra


"Untuk itu, Saya meminta kepada seluruh Instansi terkait untuk segera menutup Depo Peti Kemas tersebut yang berada di depan terminal Bandar Deli, yang sangat-sangat meresahkan masyarakat, tegas Ketua PAC PP Kecamatan Medan-Belawan


Ditempat terpisah, Menurut keterangan narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Truk pengangkut kontainer parkir sembarangan disebabkan Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) sudah penuh sehingga Truk pengangkut kontainer tidak dapat masuk ke Depo Peti Kemas


"Sudah sempit Bang lokasi Depo Peti Kemas nya, mangkanya Truk pengangkut kontainer tidak dapat masuk ke Depo Peti Kemas.Mau tidak mau kami harus memilih parkir dulu sebelum membongkar atau memuat kontainer ,"kata supir truk kepada wartawan ini


Lanjut narasumber,"Sebenarnya lokasi Depo Peti Kemas ini terlalu kecil luas lahannya Bang sehingga tidak dapat menampung banyaknya jumlah kontainer yang masuk, meskipun akses keluar masuk Truk terkadang dibuka mau dua pintu atau satu pintu, kalau sudah padat begini kontainer nya baru pintu keluar satunya dibuka bang


Berbeda dengan Depo Peti Kemas yang lainnya Bang lahannya sangat luas dan Truk pun tidak harus parkir dipinggir badan jalan dan bisa keluar masuk Depo Peti Kemas, sehingga tidak  menghambat Truk baik itu sedang muat kontainer maupun bongkar,"tambahnya


Sementara itu salah satu warga menyebutkan bahwa lokasi Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) perlu kembali dilakukan kaji ulang fisik Depo Peti Kemas tersebut oleh pihak Instansi terkait, apalagi disini kan padat pemukiman masyarakat Bang, banyak anak anak yang lalu-lalang keluar masuk jadi rasanya kurang layak juga, masak Depo Peti Kemas berada dilingkungan masyarakat apa tidak ada tempat lain rupanya


Selain itu, lokasi Depo Peti Kemas tersebut berhadapan dengan Terminal Penumpang Bandar Deli, jadi sudah barang tentu menimbulkan kemacetan nanti nya jika Kapal Penumpang sandar di dermaga Terminal Penumpang,"ujarnya


Lanjutnya,"Kita akui saat ini memang Kementerian Perhubungan mempermudah usaha, tetapi harus tepat sasarannya, mengandung resiko tidak, jangan sampai ada yang dirugikan, seperti kemacetan dan lain lainnya.Jadi jangan hanya berdasarkan OSS nya saja, sesudah cek fisik kalau tidak layak jangan terbitkan Rekomendasi Depo Peti Kemas nya 


Coba Abang lihat susunan kontainer nya kan cukup berisiko, tapi jauh jauh lah, bisa kita bayangkan dengan ketinggian segitu, misalnya tiba-tiba jatuh kontainernya ke jalan umum lalu menimpa pengguna jalan atau warga, kan sudah pasti ada yang dirugikan,"ungkap warga


Menurut keterangan yang dikutip dari pemberitaan media ini sebelumnya, Kepala Seksi Angkutan Laut KSOP Utama Belawan, Nurlaili SE,MM, saat dikonfirmasi wartawan Selasa 30 April 2024 lalu menjelaskan sebelum Rekomendasi Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JUI) bahwa pihak KSOP Utama Belawan sudah melakukan kajian dilapangan baru-baru ini


"Kita sudah melakukan kajian dilokasi Pak dan pintu masuk ujung nanti itu janjinya akan ditutup karena dekat dengan Terminal Penumpang Bandar Deli, jadi melalui pintu masuk satunya lagi digunakan,"ucapnya


"Berdasarkan kajian tersebut serta registrasi oleh OSS sudah ada maka Rekomendasi Depo Peti Kemas diterbitkan, jadi itu sudah layak Pak.Apalagi sekarang Menteri Perhubungan sudah mempermudah usaha, kalau dulu harus mempunyai modal sekian dan armada sekian banyak,"tutup Nurlaili.


Pantauan dilapangan, tampak Truk Trailer dan Truk pengangkut kontainer lainnya sedang keluar dari Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) melalui pintu keluar depan persisnya berhadapan dengan Terminal Penumpang Bandar Deli.Padahal sebelumnya pihak KSOP Utama Belawan melarang  pihak PT Jaya Industri Utama (JIU) agar pintu keluar depan tidak boleh dibuka, cukup satu pintu saja agar tidak menimbulkan kemacetan nantinya, apalagi ketika kapal Penumpang Sandar ke Terminal Penumpang Bandar Deli


Namun larangan tersebut diabaikan, tetap saja pintu keluar tepatnya didepan Terminal Penumpang Bandar Deli dibuka agar Truk pengangkut kontainer tersebut dapat bisa keluar dari Depo Peti Kemas lantaran disebabkan kontainer sudah penuh.

(Jumadi)

COMMENTS






Nama

abu dhabi,1,aceh,23,Aceh Barat,2,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,amsterdam,1,anta beranta,1,artikel,2,Asahan,11,badau,3,badung,5,bali,24,balige,1,banda aceh,1,bandar lampung,3,Bandung,68,bandung barat,5,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,20,bangka selatan,11,bangka tengah,6,banjarmasin,1,banten,3,Banyuasin,2,banyuwangi,145,barito selatan,2,barito utara,3,Bat,2,batam,5,batang,23,batang kuis,1,batu bara,26,bekasi,39,belawan,5,belitung,387,belitung timur,22,beltim,42,bengkalis,3,bengkayang,20,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,11,bojonegoro,3,bolsel,1,Bondowoso,6,boyolali,1,brebes,1,ciamis,9,Cianjur,33,Cikampek,1,cilacap,2,cimahi,3,cirebon,10,Covid-19,14,Daerah,2812,deli serdang,13,Demak,2,denpasar,12,Depok,4,DolokSanggul,1,dumai,1,Ekonomi,1,empanang,1,garut,3,Gorontalo,3,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,7,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Hukum,2,idi rayeuk,1,indonesia,1,indramayu,1,Internasional,1,jakarta,483,jakarta barat,1,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,2,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,7,Jepara,4,jombang,5,kab. bandung,6,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kalbar,30,Kalimantan Barat,8,kalimantan timur,1,kalsel,1,Kalteng,1,Kaltim,5,Kampar,2,Kapuas Hulu,12,karawang,4,Karimun,86,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,kendari,1,Kepri,10,ketapang,48,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,7,Kota Pinang,1,kotim,2,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,400,kuningan,1,Labubanbatu,61,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhanbatu,1438,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,111,Labuhanbatu Utara,14,labura,32,labusel,28,lahat,1,Lahubanbatu,1,lamongan,3,Lampung,46,Lampung Barat,2,lampung selatan,1,Lampung tengah,15,Lampung timur,4,lampung utara,1,landak,43,langkat,140,langsa,3,lebak,1,lembak,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lumajang,1,madiun,1,magetan,1,Majalengka,107,Makassar,1,malang,10,Maluku,3,maluku utara,5,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,1,manggar,2,manokwari,1,mataram,2,Maybrat,1,medan,94,Melawi,53,mempawah,18,menggala kota,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,126,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,1,musi rawas,1,nanga pinoh,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,Ngabang,1,nganjuk,2,Nias,15,Nias Selatan,3,Nias utara,5,NTB,62,Nusa Dua,3,ogan ilir,1,oku selatan,11,pacitan,15,padalarang,1,padang lawas,5,padang sidimpuan,2,palangka raya,4,palas,2,palembang,15,pali,3,palopo,1,paluta,1,pamekasan,1,Pandeglang,81,pangandaran,1,pangkal pinang,31,papua,4,papua barat,2,parapat,1,Pasuruan,2,pati,3,pekalongan,16,pekanbaru,13,Pemalang,2,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,57,pesisir barat,1,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,495,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,28,probolinggo,8,pulau panggung,1,purwakarta,5,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,4,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,2,Rantauprapat,29,Riau,8,rokan hulu,1,rote ndao,1,sambas,14,samosir,3,Sampang,3,sanggau,66,sarawak,1,sekadau,12,sekayam,1,selayar,1,semarang,6,Serang,8,seruyan,1,siak,1,siantar,5,sibolangit,1,Sibolga,3,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,254,singkawang,42,sinjai,1,sintang,64,situbondo,1,solo,1,solok,1,sorong,50,sorong selatan,20,Sosial,14,sragen,1,stabat,19,Suap,1,Subang,10,subulussalam,4,sukabumi,10,sukadana,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,4,sumatera,1,sumbawa barat,3,sumenep,1,sumsel,3,sumut,18,Sungai Ambawang,2,surabaya,43,surakarta,5,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tangerang,3,tangerang selatan,2,tanggamus,29,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung enim,7,tanjung lalang,1,Tanjung Pinang,1,tanjungpandan,4,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,65,tebing tinggi,1,Teekini,1,Terkini,9654,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,toba,2,trenggelek,2,tuban,1,tulang bawang,36,tulungagung,23,way kanan,2,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,4,
ltr
item
radarkriminal.com: Diduga Kajian Tidak Tepat,Ketua PAC PP Hadi Suhendra Minta Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas Milik PT.JIU
Diduga Kajian Tidak Tepat,Ketua PAC PP Hadi Suhendra Minta Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas Milik PT.JIU
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYzpVfivxBTdZQ27E0i2HzdulwHRdlwM9VLQawUfTHRd5OWMTyiIHuTZk1Hq_ULl5Pcxm9p5CmTZw0LMfIoM4QHMkUk9Zzs1E49ivu4MgtfdXbV81LEEeDUUVlyYkx-QD52ND8_dUyBRcAcOtMHo1YrKahz4axpRtNKdBao-pBLmi57r0IOxHsH7_AVYXz/s320/IMG-20240513-WA0010.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYzpVfivxBTdZQ27E0i2HzdulwHRdlwM9VLQawUfTHRd5OWMTyiIHuTZk1Hq_ULl5Pcxm9p5CmTZw0LMfIoM4QHMkUk9Zzs1E49ivu4MgtfdXbV81LEEeDUUVlyYkx-QD52ND8_dUyBRcAcOtMHo1YrKahz4axpRtNKdBao-pBLmi57r0IOxHsH7_AVYXz/s72-c/IMG-20240513-WA0010.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2024/05/diduga-kajian-tidak-tepatketua-pac-pp.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2024/05/diduga-kajian-tidak-tepatketua-pac-pp.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy