CIAWI, RK Sebuah kasus dugaan perampasan unit kendaraan milik debitur oleh Mata Elang (Matel) terjadi di sebuah jalan utama di Kota Ciawi Bo...
CIAWI, RK
Sebuah kasus dugaan perampasan unit kendaraan milik debitur oleh Mata Elang (Matel) terjadi di sebuah jalan utama di Kota Ciawi Bogor pada Senin Malam sekira Pukul 21.15 WIB, (14/7/2025).
Menurut laporan korban, Matel sebanyak 30 orang melakukan tindakan pengambilan unit kendaraan dengan cara arogan dan tanpa dilengkapi perizinan yang jelas.
Kendati pun debitur atau korban ada keterlambatan dalam membayar cicilan kendaraan kepada sebuah lembaga pembiayaan masyarakat atau Finance. Perbuatan sejumlah oknum matel tersebut tidaklah dibenarkan secara hukum. Karena mereka bukanlah pihak penegak hukum baik kepolisian ataupun juru sita dari pengadilan.
Atas peristiwa itu, Johari selaku Debitur warga asal Kampung Geuleuh Careuh Desa Pasireurih Kecamatan Cipeucang Kabupaten Pandeglang, mengaku kecewa dan dirugikan atas tindakan Matel.
Bahkan kata Johari saat malam kejadian dirinya sempat mendatangi Mapolres Kabupaten Bogor melaporkan peristiwa adanya pengepungan sejumlah oknum matel terhadap anaknya selaku pengendara yang menjadi korban kebrutalan oknum matel.
"Ya malam itu juga saat mendengar kalau anak saya dikepung Matel, dan kebetulan saya sedang berada di Wilayah Kota Citeureup Bogor, saya pun langsung ke Polres Kabupaten Bogor bermaksud melaporkan agar polisi segera ke Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujar Johari via telphon selularnya
Dikatakan Johari, dirinya melaporkan peristiwa itu, lantaran khawatir akan bahaya menimpa anaknya selaku korban yang informasinya dijegal 30 orang oknum matel.
Namun jelas Johari, baru saja dirinya dimintai keterangan Polisi, tak berlangsung lama dirinya mendapat kabar kalau anaknya telah menyerahkan kendaraannya kepada oknum Matel lantaran diintimidasi dan merasa ketakutan.
"Dengar kabar itu badan saya langsung lemas dan merasa sia - sia saja lapor polisi," ungkap Johari penuh kecewa.
Keterangan juga diperoleh dari teman korban saudara Ahmad yang saat peristiwa turut menyaksikan dan merasakan betapa brutal dan arogansinya oknum matel tersebut saat hendak melakukan perampasan kendaraan.
"Memang matel - matel itu begitu arogan. Bahkan ada ancaman juga kepada kami jika tidak menyerahkan unit kendaraan mereka bilang siap - siap saja untuk keluar darah. Karena jumlah mereka banyak sekira 30 orang sementara kami cuma berdua, kami hanya diam dan tak berani untuk melawannya," terang Ahmad
Disinggung soal informasi terima uang dari matel sebesar Rp. 5 juta, dan kenapa mau tanda tangan serah terima unit kendaraan ? Ahmad mengaku karena ketakutan dan terancam.
"Yang nerima uang dan tanda tangan itu Yaya anaknya pak Johari, mungkin karena takut lantaran diancam," tukas Ahmad
Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari pihak matel ataupun leasing selaku pihak kreditur.
(YEN)
COMMENTS