Tasikmalaya, RK Sabtu 16/08/2025 Larangan sekolah menjual seragam rupanya banyak sekolah yang mengindahkan,padahal sudah diatur dalam perat...
Tasikmalaya, RK
Sabtu 16/08/2025 Larangan sekolah menjual seragam rupanya banyak sekolah yang mengindahkan,padahal sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan Pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk dewan pendidikan dan komite sekolah, dilarang menjual seragam atau bahan seragam.
Larangan itu menyatakan pihak sekolah tidak boleh mewajibkan orang tua murid untuk membeli seragam di sekolah,pengadaan seragam sekolah harus menjadi tanggung jawab orang tua,namun sekolah dapat membantu pengadaan bagi siswa yang kurang mampu.
Sekolah di Larang menjual Seragam mengacu ke Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 181 dan 198, melarang pendidik, tenaga kependidikan, dewan pendidikan, dan komite sekolah menjual seragam atau bahan seragam.
Dan larangan sekolah untuk mewajibkan Beli seragam atau bahan seragam disekolah dituangkan juga dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) telah mengatur,bahwa pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua, bukan kewajiban sekolah.
Dan Peran sekolah hanya dapat membantu pengadaan seragam, terutama bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi, namun bukan dengan cara menjual atau mewajibkan pembelian di sekolah,dan apabila jika ada sekolah yang melanggar aturan ini,tentunya sanksi bisa diberikan, mulai dari teguran tertulis hingga sanksi administratif, tergantung pada peraturan yang berlaku.
Adanya sekolah yang masih melakukan penjualan pakaian seragam disekolah,masyarakat pun diimbau untuk melapor jika menemukan praktik penjualan seragam atau pemaksaan pembelian seragam di sekolah,seperti salah satu sekolah di kabupaten Tasikmalaya tepat nya sekolah menengah pertama (SMPN) 2 Taraju,diduga labrak Aturan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 50 Tahun 2022.
Adanya hal ini para orang tua siswa/i banyak yang mengeluh,salah satu ortu siswa menyampaikan kepada awak media Radar Kriminal"atas adanya pembelian baju seragam ini bagi kami selaku orang tua merasa terbebani,namun apalah daya karena ini sudah jadi keharusan dari pihak sekolah,waktu pun ada aturan larangan itu tapi tetap sekolah di harus kan kepada siswa/i nya harus beli seragam dari sekolah,tapi kemarin sudah kami bayar sebesar Rp.280.000 kepada pihak sekolah yang diterima oleh guru berinisial (T)"ungkap ortu ,Rabu 13/08/2025
Liputan : radarkriminal
Hermawan


COMMENTS