Belitung, radarkriminal.com 18 September 2025) khusunya tanjung pandan dengan Belitung Timur " LSM Bin organisasinya angkat bicara AB ...
Belitung, radarkriminal.com
18 September 2025) khusunya tanjung pandan dengan Belitung Timur " LSM Bin organisasinya angkat bicara AB mengatakan Lebih mulia seekor binatang dan kotoran hewan serta sampah daripada "Pengkhianat, Penipu, Pencuri, Perampok dan Penindas Rakyat dan Negara, Pejabat dan Aparat serta Oknum dan Penegak Hukum yang melindungi dan membiarkan kejahatan dan pelaku kejahatan, memperjual belikan hukum dan melakukan Negosiasi Hukum, mencuri dan merampok kekayaan negara dan rakyat, menjajah dan menindas rakyat kecil, membolak-balikkan antara kebenaran dan kesalahan serta membiarkan kesalahan dan kejahatan serta para pelakunya bebas berkeliaran dan berlenggang dengan segala perlindungan politik
Masyarakat dan rakyat setiap hari hanya disuguhi cerita², berita dan tontonan sinetron, ketoprak humor, drama fiktik dan sandiwara politik dan hukum yang semuanya penuh "BASA BASI" DAN KEBOHONGAN, inilah yang dinamakan "Pencitraan Karakter",
Selanjutnya bertujuan hanya untuk mendapatkan puja puji, simpatik acungan jempol dari masyarakatnya, untuk menyenangi hati masyarakat dan biar hilang fokus dari hal yang sebenarnya.
Karena di dalam cerita yang sebenarnya tersimpan hal-hal dan permasalahan serta kehidupan yang nyata terjadi yaitu "PEJABAT ADALAH PENJAHAT", "Lembaga Hukum" adalah sebuah gedung dan pasar untuk JUAL BELI HUKUM, yang di mana NEGOSIASI HUKUM terjadi dan dilakukan oleh Oknum-oknum, Aparat (APARAT MENJADI KEPARAT) dan Penegak Hukum itu sendiri.
Masyarakat nggak butuh Omong Kosong dan banyak bicara dari Pejabat, Aparat, Lembaga dan Penegak Hukum, Kejaksaan, Pengadilan, KPK, Kepolisian dan lembaga hukum lainnya. Tidaklah masuk akal dan hanyalah Omong Kosong belaka kalo Pelaku Kejahatan (Perdata dan Pidana), Koruptor atau Penjahat Negara sampai sekarang, malahan bertahun-tahun semakin meningkat
Info lanjut malahan yang kabur tidak dibtemukan jejak dan keberadaannya, sungguh sangatlah mustahil " Mengapa bisa terjadi...?
1. Karena banyaknya pejabat negara, aparat hukum dan penegak hukum yang terlibat atas kejahatan dan menerima hasil korupsi yang di bagi-bagi kan oleh para pelaku kejahatan negara atau koruptor tersebut
2. Para Pelaku Kejahatan dan Penjahat negara atau koruptor sengaja dilindungi dan di sembunyikan agar tidak bisa ketemu dan tidak tertangkap.
3. Karena adanya jual beli Hukum dan negosiasi hukum dan atau perlindungan secara politik dari oknum-oknum atau partai tertentu, sehubungan dengan aliran dana hasil korupsi dan kejahatannya.
Sekarang Rakyat memerlukan BUKTI NYATA DAN KEADILAN dalam melaksanakan dan penegakan hukum, tanpa pandang bulu dan banyak pertimbangan yang enggak jelas. Karena selama ini Pengadilan, KPK, Kantor Polisi, Kantor Pajak dan sebenarnya adalah sebagai gedung dan tempat "NEGOSIASI HUKUM DAN JUAL BELI HUKUM".
Uang dan Jabatan telah membutakan mata dan membisukan mulut dan mentulikan telinga para pejabat dan aparat Penegak hukum dan Lembaga Hukum di negeri ini.
Keadilan dan penegakan hukum yang sebenarnya sangatlah jauh dari harapan. Jika negara Indonesia ingin maju, aman, makmur dan rakyatnya sejahtera, maka sahkan "UNDANG-UNDANG PENYITAAN ASET DAN HUKUMAN MATI" bagi Koruptor, Narkoba, Perusak Alam dan Penipuan Pajak serta Penggelapan Pajak. Dan hukuman setinggi-tingginya hukuman bagi Pejabat, Aparat dan Polisi yang melakukan pelanggaran sosial dan keamanan serta tindakan Kriminal. Selama ini hanyalah NOL dan enggak ada untung bagi rakyat dan negara Indonesia "" Stop Tipu Rakyat dan minta simpati rakyat kepada pejabat dan aparat serta penegak hukum di negara ini. Masyarakat dan rakyat perlu BUKTI bukan Janji Palsu, Rakyat perlu keadilan dalam segala hal, Rakyat perlu orang-orang yang jujur dalam bekerja buat negara dan rakyat enggak butuh OMONG KOSONG DAN JANJI PALSU...Karena rakyat perlu KERJA NYATA, SESUAI FAKTA DAN AKURAT...!!!
Rakyat dan masyarakat sudah bosan disuguhkan dengan sandiwara, sinetron dan ketoprak humor dari para pejabat negara, aparat hukum, penegak dan lembaga hukum, oligarki, Mafia-mafia perampok-perampok dan pencuri kekayaan alam, para politikus-politikus bajingan dan penindas dan pengkhianat bangsa dan negara. Rakyat tidak butuh "TONG KOSONG NYARING BUNYINYA..BANYAK OMONG TIDAK ADA BUKTINYA..NOL HASILNYa.
( lendra Gunawan cilub ba )

COMMENTS