"Arogansi Kekuasaan di Tingkat Desa: Ucapan Kasar Kades Mekarmukti Mengguncang Ciamis, Memantik Pertanyaan tentang Penyalahgunaan Wewenang & Ancaman terhadap Pers"

Tasikmalaya-Jakarta, Radar Kriminal   Sebuah video singkat Kepala Desa Mekarmukti, Cisaga, Kabupaten Ciamis, bukan hanya viral—ia meledakkan...


Tasikmalaya-Jakarta, Radar Kriminal  

Sebuah video singkat Kepala Desa Mekarmukti, Cisaga, Kabupaten Ciamis, bukan hanya viral—ia meledakkan perdebatan nasional. Dalam rekaman itu, seorang kepala desa berdiri dengan bahasa tubuh menantang, suaranya meninggi, dan mengucapkan kalimat bernada intimidatif. Bukan sembarang kalimat. Ucapan itu mencerminkan arogansi kekuasaan dan memperlihatkan bagaimana jabatan publik bisa berubah menjadi alat tekanan.


Video tersebut memicu gelombang kemarahan dari kalangan jurnalis, aktivis hukum, dan pemerhati demokrasi. Hampir Semuanya sepakat: apa yang dilakukan Kepala Desa bukan sekadar emosi sesaat — tetapi alarm keras tentang bobroknya etika kekuasaan lokal.


GAMBARAN LAPANGAN: SEBUAH RUANG RAPAT, EMOSI PEJABAT, DAN JEJAK DIGITAL YANG TAK TERHAPUSKAN


Berdasarkan hasil konfirmasi kepada RadarKriminal, secara sudut pandang Endra Rusnendar SH selaku Pembina YAYASAN LBH MERAH PUTIH TASIKMALAYA, "Investigasi awal YLBH Merah Putih menunjukkan bahwa ucapan itu disampaikan di hadapan perangkat desa dan sejumlah pihak yang hadir dalam forum yang bersifat resmi.

Ketika seorang pejabat publik mengeluarkan ancaman dalam forum seperti itu, konteks berubah drastis:


Ia tidak sedang berbicara sebagai pribadi.

Ia berbicara sebagai negara.

Setiap kata adalah perintah. Setiap ancaman adalah tekanan.

Dan ketika kata-kata itu diarahkan pada profesi wartawan, yang notabene pelaksana fungsi kontrol sosial, maknanya meningkat menjadi tekanan kekuasaan terhadap kebebasan pers.


KLARIFIKASI KETERLAMBATAN: BUKAN JAWABAN, BUKAN PENYELAMAT


Beberapa hari setelah videonya viral, Kepala Desa Mekarmukti muncul dengan klarifikasi:

“Ucapan saya bukan untuk seluruh wartawan, tapi untuk oknum wartawan.”


Namun hasil investigasi menunjukkan:


1. Klarifikasi muncul setelah tekanan publik.

Patut diduga, Bukan sebagai kesadaran moral.


2. Klarifikasi tidak mencabut ucapan yang terekam

Ucapan telah diucapkan, direkam, dipertontonkan, dan menimbulkan dampak.


3. Klarifikasi tidak memenuhi standar akuntabilitas pejabat publik.

"Tidak ada pengakuan kesalahan. Tidak ada permintaan maaf. Hanya pembelaan."


4. Klarifikasi tidak menggugurkan potensi pelanggaran etika dan pidana ?

Tidak menutup kemungkinan, "Bahwa, Hukum tidak dapat dihapus oleh video klarifikasi."


POTENSI PELANGGARAN SERIUS: BUKAN SEKADAR “UCAPAN KASAR”


Bundel aturan hukum yang mungkin terkait dalam peristiwa ini mencengangkan:


1. Dugaan Intimidasi & Ancaman

Pasal 335 KUHP – Menimbulkan rasa takut dan tekanan psikologis.


2. Penghinaan atau pernyataan merendahkan profesi

Pasal 310–315 KUHP.


3. Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Pejabat Publik

Pasal 421 KUHP:


Pejabat yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan atau memaksa seseorang dapat dipidana.


4. Dugaan Menghalangi Kerja Jurnalistik

UU Pers Pasal 18 Ayat (1) — Ancaman penjara 2 tahun atau denda Rp 500 juta.


Dalam sejumlah kasus serupa di Indonesia, Dewan Pers selalu menegaskan:

Ancaman terhadap wartawan adalah ancaman terhadap Demokrasi.


POLA KEKUASAAN DI DESA: AROGANSI STRUKTURAL YANG SELAMA INI LUPUT DARI RADAR NASIONAL ?


Penelusuran YLBH Merah Putih menemukan dugaan, bahwa insiden ini tidak berdiri sendiri.

Ia merupakan gejala dari persoalan besar:


A. Minimnya pengawasan terhadap pejabat desa.

Dugaan, banyak kepala desa memiliki kewenangan besar tanpa pengawasan memadai.


B. Relasi kuasa yang timpang.

Warga dan wartawan seringkali berada dalam posisi tak seimbang di hadapan pejabat desa.


C. Kultur feodalistik dalam birokrasi lokal.

Jabatan dijadikan “tameng” dan legitimasi untuk melontarkan ancaman.


D. Lemahnya pendidikan etika kepemimpinan desa ?

Yang lebih mengkhawatirkan:

Jika ancaman seperti ini dibiarkan, ini menjadi preseden berbahaya di seluruh Indonesia.


TUNTUTAN YLBH MERAH PUTIH: LANGKAH KONKRET, BUKAN SEKADAR IMBAUAN


YLBH Merah Putih mendesak:


1. Inspektorat Kabupaten Ciamis


Melakukan pemeriksaan etik menyeluruh terhadap tindakan Kepala Desa.


2. Bupati Ciamis & Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa

Menjalankan sanksi administratif jika ditemukan pelanggaran berat.


3. Dewan Pers

Menilai insiden ini sebagai dugaan penghalangan kerja jurnalistik.


4. Aparat Penegak Hukum (Polres / Kejaksaan)

Mengusut unsur pidana tanpa menunggu laporan jika diperlukan.


PESAN UNTUK NEGARA: “Kekuasaan Tanpa Etika Adalah Mesin Perusak Masyarakat”


Kasus ini bukan tentang satu kepala desa.

Ini tentang:

• bagaimana negara dipersepsikan di tingkat lokal,

• bagaimana pejabat memperlakukan warga dan pers,

• bagaimana kekuasaan kecil bisa berdampak besar,

• bagaimana demokrasi melemah dari pinggiran.


YLBH Merah Putih menegaskan:

“Perilaku intimidatif pejabat publik bukan persoalan personal —

itu adalah ancaman terhadap sistem demokrasi."


- Endra R

COMMENTS



Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,15,Bandung,77,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,30,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,76,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,47,belawan,28,belitung,521,belitung timur,27,beltim,66,bengkalis,3,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,16,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,1,brebes,1,Catatan,1,ciami,2,ciamis,1133,Cianjur,35,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,6,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,80,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,3,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,1,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,712,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,9,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,41,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,4,Kab.Tasikmalaya,2,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,4,Karimun,93,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,63,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1546,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,lamongan,3,Lampung,63,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,15,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,8,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,1,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,107,Makassar,1,malang,11,Maluku,3,maluku utara,6,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,14,Maybrat,1,meda,1,medan,839,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,2,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,77,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,66,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,957,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,1,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,8,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,731,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,43,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,115,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,10,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,327,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,solo,1,solok,1,sorong,148,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,3,sumsel,5,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,2,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,2,tangerang,35,tangerang selatan,7,tanggamus,338,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,8,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,194,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,15990,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,3,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,4,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,126,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,6,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: "Arogansi Kekuasaan di Tingkat Desa: Ucapan Kasar Kades Mekarmukti Mengguncang Ciamis, Memantik Pertanyaan tentang Penyalahgunaan Wewenang & Ancaman terhadap Pers"
"Arogansi Kekuasaan di Tingkat Desa: Ucapan Kasar Kades Mekarmukti Mengguncang Ciamis, Memantik Pertanyaan tentang Penyalahgunaan Wewenang & Ancaman terhadap Pers"
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmoF_50YvmKIXqmaAD4OMb5ETA30m5gIVTAOXOVEGsuBxvbhERcLMyAthaVy3ZSV6smy8VwMuFe5htopkYufXTogch7BZDVh2rV_MzMbojMYvaSSKKJDZnVZ6bZiDDY6hYKbJ5G5dXqM3XTsPiGAT6A3QyfU9mHfKhhR15cwMq2-ViecKiWyxLKLPIlRPP/s320/1002265761.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmoF_50YvmKIXqmaAD4OMb5ETA30m5gIVTAOXOVEGsuBxvbhERcLMyAthaVy3ZSV6smy8VwMuFe5htopkYufXTogch7BZDVh2rV_MzMbojMYvaSSKKJDZnVZ6bZiDDY6hYKbJ5G5dXqM3XTsPiGAT6A3QyfU9mHfKhhR15cwMq2-ViecKiWyxLKLPIlRPP/s72-c/1002265761.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2025/11/arogansi-kekuasaan-di-tingkat-desa.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2025/11/arogansi-kekuasaan-di-tingkat-desa.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy