Banten, RK Ditinggal kerja ke luar negeri gadis belia yang berusia sekitar 12 tahun di Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang yang tinggal be...
Banten, RK
Ditinggal kerja ke luar negeri gadis belia yang berusia sekitar 12 tahun di Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang yang tinggal berdua dengan bapaknya diduga jadi korban tindak asusila duda paruh baya yang berusia 50 tahun yang juga sebagai teman dekat dari bapaknya.
"Terus terang kejadiannya berulangkali dilakukan saat anak saya terlelap tidur bahkan pernah kepergok oleh mata kepala saya sendiri sedang melakukan perbuatan tidak senonoh. Pelaku tersebut tinggal satu rumah dengan kami, tetapi sudah saya usir, dan saat ini saya hanya tinggal berdua dengan anak saya , karena istri saya sedang bekerja di luar negeri yaitu di negara Taiwan" ucap HR orang tua dari Dahlia (nama dirahasiakan) pada Rabu (10/12/25).
Kemarahan orang tua korban memuncak saat peristiwa malam Jumat ketika anaknya di bekap oleh pelaku dan saat terlihat sedang menggunakan penutup muka dengan menggunakan kain sarung diduga hendak melakukan penculikan.
"Kemarahan saya memuncak saat pelaku SK alias DM yang tinggal satu rumah dengan kami, pada malam Jumat lalu saat saya sedang di Mushola, pelaku menggendong anak saya keluar dari rumah dan membekapnya, seperti akan menculik anak saya, namun karena jalannya licin akhirnya jatuh, saat itulah anak saya teriak meminta tolong dan akhirnya ditolong tetangga rumah tapi si pelaku berusaha melarikan diri" terangnya HR.
Atas kejadian tersebut, HR mengaku curiga kepada saudara SK Alis DM hingga diadakan rembug musyawarah yang dihadiri RT, RW, pelaku dan keluarga korban dan disaksikan oleh Kepala Desa.
" Setelah kejadian anak saya di duga mau diculik, kecurigaan saya mengarah kepada saudara SK Alias DM mengingat kejadian sebelumnya , yang pada akhirnya saya meminta bantuan pada pemerintah desa dan di musyawarahian di rumah saya, tadinya saya hanya ingin ada pengakuan perbuatan asusila dan percobaan penculikan dengan tuntutan si pelaku , harus pergi dari kampung kami" paparnya.
Meskipun sudah demikian, kepada media, HR mengaku bahwa dirinya khawatir kepada anaknya karena pelaku diduga melarikan diri dan tidak sesuai dengan hasil musyawarah .
"Saat musyawarah pelaku mengakui atas perbuatannya pada anak saya bahkan ada surat pernyataan yang dibuat oleh Pak Kades, namun diketahui pelaku kini tidak ada ditempat, di duga melarikan diri dan saya tidak tahu keberadaan pelaku , yang saya khawatirkan , pelaku masih berkeliaran di wilayah kami , dan melakukan kembali kejahatannya pada anak saya. Untuk itu saya berharap kepada pihak kepolisian agar kasus yang menimba kepada anak saya di proses sesuai dengan undang undang yang berlaku di NKRI" imbuhnya.
Ditempat yang sama, Ketua RT berinisial WD membenarkan peristiwa dugaan asusila terhadap warganya namun, dirinya kesal karena terduga pelaku sudah pergi saat mau diantarkan ke Terminal Bus Tarogong.
"Soal dugaan kasus asusila yang menimpa warga saya, sudah kami musyawarahkan di rumahnya pak HR yang juga dihadiri oleh kepala desa, RW serta tokoh masyarakat di kampung kami , namun kami di sini merasa kecolongan oleh pelaku karena saat akan di antarkan ke Terminal Bus Tarogong sudah tidak ada" tutupnya.
(YEN)

COMMENTS