Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal Ucapan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) — “Kudu nyaah ka warga” — kini menggema sebagai ironi p...
Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal
Ucapan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) — “Kudu nyaah ka warga” — kini menggema sebagai ironi pahit di Kota Tasikmalaya. Di tengah slogan kepedulian terhadap rakyat kecil, seorang warga bernama Dede Nugraha justru terjerembap ke jurang kemiskinan dan sakit setelah menjalani tindakan pencabutan gigi di Puskesmas Parakannyasag.
Kesaksian Dede membuka potret buram pelayanan kesehatan dasar yang luput dari perhatian pengambil kebijakan.
_“Abdi dugi ka ngagadekeun motor kanggo mencukupi kehidupan sehari-hari sareng berobat… ayeuna mah teu usaha, margi mata abdi kaanginan, ngucur wae,” ungkapnya._
Motor yang digadaikan itu adalah satu-satunya alat transportasi dan penopang ekonomi keluarga. Ketika motor hilang, penghasilan pun berhenti. Dede adalah tulang punggung keluarga dengan dua anak balita.
_“Motor hiji-hijina. Demi Allah, kanggo tuang ge susah… anak masih kecil, umur 4 tahun sareng 5 tahun, masih susu formula… kadang makan sareng kerupuk,”_ katanya.
Dede menegaskan, sebelum tindakan medis di puskesmas ia dalam kondisi sehat. Kini, matanya terus berair dan memerah, penglihatan terganggu, dan ia harus berkeliling mencari pertolongan medis sambil dibebani utang yang menumpuk.
_“Asal sehat janten teu sehat… penglihatan bener-bener bureum… nganjuk ka ditu, nganjuk ka dieu… hutang tos numpuk. Abdi teu aya motor, mani repot pisan,” ujarnya._
Namun yang paling mencolok bukan hanya penderitaan korban, melainkan absennya negara setelah kejadian. Hingga tujuh hari sejak surat audiensi resmi dikirimkan oleh kuasa hukum korban, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tidak memberikan respons substantif. Alasan yang disampaikan semata administratif:
“Masih menunggu Kepala Dinas Kesehatan yang sedang rit-rit ke luar kota.”
Alasan tersebut dinilai tidak manusiawi dan mencederai etika pelayanan publik, mengingat perkara ini menyangkut dugaan dampak kesehatan serius akibat tindakan medis di fasilitas pemerintah.
Endra Rusnendar, S.H., Pembina YLBH Merah Putih Tasikmalaya, menyatakan sikap tegas:
_“Pada dasarnya harus kita tahu bahwa perkara yang menyangkut dugaan dampak kesehatan serius akibat tindakan medis di fasilitas pemerintah adalah isu prioritas tinggi yang secara hukum dan etika pelayanan publik wajib ditangani secara cepat, transparan, dan terukur.”_
Ia menilai Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya diduga kuat telah mengabaikan kewajiban jabatan dan tupoksinya, serta memperingatkan agar Wali Kota Tasikmalaya tidak memilih diam.
“Wali Kota jangan diam saja. Ini bukan soal administrasi, ini soal keselamatan warga dan masa depan anak-anak,” tegas Endra.
Lebih jauh, YLBH Merah Putih Tasikmalaya mendesak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, untuk mengetahui dan melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya.
_“KDM sering menyampaikan ‘kudu nyaah ka warga’. Maka kondisi Dede Nugraha ini harus diketahui Gubernur. Ini baru satu kasus yang terungkap. Belum lagi warga lain yang tidak punya kuasa hukum, tidak terekspos media, dan memilih diam dalam penderitaan,”_ ujar Endra.
YLBH Merah Putih Tasikmalaya meminta Gubernur Jawa Barat segera turun tangan untuk:
• mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya,
• memastikan perlindungan nyata bagi warga terdampak, dan
• mencegah praktik pembiaran yang berpotensi berulang.
Hak atas kesehatan adalah hak konstitusional sebagaimana dijamin Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ketika warga keluar dari puskesmas dalam kondisi lebih sakit, kehilangan penghasilan, dan anak-anaknya terancam asupan gizi, negara tidak boleh hadir setengah hati.
Press release ini menjadi alarm keras:
• bahwa slogan kepedulian harus diuji di lapangan,
• bahwa rit-rit pejabat tidak boleh mengalahkan keselamatan warga,
• dan bahwa “nyaah ka warga” bukan retorika, melainkan tindakan nyata.
Apabila sikap bungkam dan pembiaran ini terus berlangsung, langkah pengaduan ke Ombudsman RI dan instansi pengawas lainnya akan ditempuh, demi memastikan warga Kota Tasikmalaya tidak terus menjadi korban lemahnya sistem pelayanan kesehatan.
*_“Kudu nyaah ka warga — bukan hanya di panggung, tapi di puskesmas.”*_
- Endra R

COMMENTS