Labuhan Batu, Radar Kriminal Kondisi tanaman kelapa sawit di areal PTPN IV Regional1Kebun Aek Nabara(KANAU),Afdeling III, Blok U, Dana peraw...
Labuhan Batu, Radar Kriminal
Kondisi tanaman kelapa sawit di areal PTPN IV Regional1Kebun Aek Nabara(KANAU),Afdeling III, Blok U, Dana perawatan tanamannya dipertanyakan. Pasalnya, areal tanaman kelapa sawit di dua Blok, kondisinya tampak semak dan banyak tanaman anak dongkel kayu.
Berdasarkan informasi, Biaya perawatan lahan sawit di PTPN bervariasi, tetapi estimasi umumnya berkisar antara Rp7,5 juta hingga Rp11 juta per hektar per tahun, mencakup pemupukan, pengendalian gulma, dan pemeliharaan lainnya, namun bisa lebih tinggi tergantung usia tanaman (tanaman muda/dewasa/optimal) dan kondisi spesifik lahan.
Maka dengan itu diminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),Inspektorat Jenderal (Kementerian BUMN) Sebagai pemilik saham (mewakili pemerintah), Kantor Akuntan Publik (KAP),atau Satuan Pengawasan Internal (SPI) agar mengaudit penggunaan dana perawatan lahan PTPN IV Regional1Kanau Afdeling III ini.
Asisten Afdeling Vikri Hafizd mengatakan tidak tahu menahu soal vendor,gaji dan dana perawatan."Kalau urusan pekerjaan vendor,gaji,dll,silahkan tanya vendor nya bg,asisten tidak ada mengurusi gaji vendor"terangnya melalui Whass App senin 13/1/2026.
Diberitakan sebelumnya TM Afdeling III PTPN IV Ragional I Kebun Aek Nabara Utara Sudah Pada Semak Anggaran Perawatan Dipertanyakan.
Tanaman Menghasilkan tahun 2015 Blok U1, U2, U3, Afdeling III,kini menjadi sorotan Insan Pers.Dimana perkebunan kelapa sawit tersebut adalah milik perusahaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ),yang dikelola oleh PTPN IV Ragional1Kebun Aek Nabara Utara.
Hasil penelusuran oleh awak media bersama tim pada hari minggu pagi jam 10 : 30 wib tanggal 11januari 2026,terkait tanaman menghasilkan ( TM ) yang sudah produksi Tandan Buah Segar ( TBS ) ukuran 3 – 8 kg,telah mengalami semak,di tumbuhi berbagai macam rumput hijau dan kelompongan bagian lingkaran piringan batang pokok.Sehingga gawangan perlu untuk di chemist ataupun pemusnaan.
Kondisi "kurang perawatan" ini, termasuk adanya semak belukar, menjadi sorotan serius karena berpotensi merugikan negara dan bisa menurunkan produksi PTPN. Beberapa pihak mendorong optimalisasi aset dan transparansi dalam penggunaan dana pemeliharaan kebun.
"Blok itu area tergenang jika naik air sungai kundur bang.., Jadi pertumbuhan lompong dan pakis nya sangat cepat, Perlu di ketahui semua pekerjaan pemeliharaan dilakukan dalam plot yg di jadwalkan"terangnya." Tidak ada blok yg tidak dikerjakan di AFD 3.
Jika cepat tingginya itu dikarenakan karena memang areal rendahan dan vegetasinya lompong menjalar". "Untuk pekerjaan dan bulan ini akan dikerjakan,terimakasih laporan nya pak.. Segera kami tindaklanjuti.."terang vikrihafizd kembali melalui Whass App, minggu 11/1/2026.(Sorta)


COMMENTS