Pandeglang, RK Suasana hangat dan penuh keakraban terasa kental dalam acara ngopi bareng yang berlangsung di kawasan wisata kuliner UMKM C...
Pandeglang, RK
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa kental dalam acara ngopi bareng yang berlangsung di kawasan wisata kuliner UMKM Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Di tengah aktivitas pelaku UMKM dan aroma kopi yang khas, diskusi santai menjadi ruang dialog kritis membahas berbagai persoalan daerah, khususnya kualitas pelayanan publik yang masih menjadi sorotan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Iwan RN selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Media Radar Nusantara, Yeyen Sudrajat selaku Korwil Radar Kriminal, serta Ujang Suryana selaku Pemimpin Redaksi Nusantara Media. Diskusi mengalir membahas isu politik, pendidikan, sosial budaya, serta berbagai peristiwa, dengan fokus utama pada pelayanan publik yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Iwan RN menilai pelayanan publik harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat.
“Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Ketika pelayanan lambat, berbelit, atau tidak transparan, di situlah kepercayaan publik diuji. Media punya kewajiban mengawal dan menyuarakan keluhan masyarakat,” tegasnya, Minggu (25/1/26).
Sementara itu, Yeyen Sudrajat menyoroti masih adanya praktik pelayanan yang tidak ramah dan kurang responsif terhadap kebutuhan warga.
“Keluhan masyarakat soal pelayanan administrasi, bantuan sosial, hingga penanganan peristiwa sering kali berulang. Ini menandakan perlunya evaluasi serius dan pengawasan yang konsisten,” ujar Yeyen.
Menurutnya, media dan masyarakat harus bersinergi agar pelayanan publik tidak hanya berjalan administratif, tetapi juga berkeadilan.
Ujang Suryana selaku Pemimpin Redaksi Nusantara Media menekankan bahwa pemberitaan soal pelayanan publik harus dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab.
“Pers harus hadir sebagai kontrol sosial. Kritik terhadap pelayanan publik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mendorong perbaikan. Semua harus dilandasi data, etika, dan niat yang baik,” katanya.
Dalam suasana kebersamaan tersebut, terselip pesan religius yang menjadi refleksi bersama,
" Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Pesan ini dimaknai sebagai dorongan agar aparatur dan masyarakat sama-sama melakukan perbaikan dari diri masing-masing.
Sejalan dengan pepatah ulama, “Ilmu tanpa akhlak ibarat cahaya tanpa arah,” diskusi malam itu menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik harus dibangun di atas integritas, empati, dan tanggung jawab moral.
Wisata kuliner UMKM Citeureup malam itu bukan sekadar tempat bersantai, melainkan ruang refleksi dan kontrol sosial yang sehat. Dari secangkir kopi dan obrolan santai, terbangun komitmen bersama untuk terus mengawal pelayanan publik demi Pandeglang yang lebih responsif, adil, dan berpihak kepada masyarakat.
(RED)

COMMENTS