POTONG PITA DI ATAS TANDA TANYA: Kapolda NTB Resmikan Gedung BPKB Rp25,7 M, Publik Curiga Ini Monumen Kejanggalan

Lombok Timur, RK Seremoni peresmian Gedung Pelayanan BPKB senilai Rp25,7 miliar oleh Kapolda Polda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Edi Murbow...


Lombok Timur, RK

Seremoni peresmian Gedung Pelayanan BPKB senilai Rp25,7 miliar oleh Kapolda Polda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Edi Murbowo, Sabtu (21/2/2026), semestinya menjadi simbol modernisasi pelayanan publik. Namun alih-alih menandai babak baru transparansi institusi, agenda tersebut justru memantik gelombang pertanyaan etik, teknis, dan yuridis yang belum terjawab.

Gedung milik Polres Lombok Timur itu sebelumnya telah menuai aksi protes karena diduga sarat kejanggalan konstruksi dan tata kelola anggaran. Dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern, proyek publik bernilai puluhan miliar rupiah tidak cukup diuji dengan pidato dan potong pita. Ia wajib lulus uji integritas, audit teknis independen, serta verifikasi akuntabilitas anggaran secara terbuka.

Ketua Forum Komunikasi dan Kajian Masyarakat Nusa Tenggara Barat (FKKM NTB), Fahri Rahman, secara tegas menyebut proyek tersebut berpotensi menjadi preseden buruk dalam manajemen proyek negara.

“Tidak ada audit kritis. Tidak ada uji fisik independen. Tidak ada penelusuran detail pengelolaan anggaran Rp25,7 miliar yang seharusnya diawasi ketat. Ini berbahaya,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan sekadar kritik retoris. Dalam disiplin teknik sipil dan manajemen konstruksi, absennya Manajemen Konstruksi (MK) pada proyek skala besar adalah bentuk kelalaian sistemik. MK bukan formalitas administratif, melainkan mekanisme kontrol mutu, pengendalian biaya, dan mitigasi risiko. Tanpa itu, proyek publik berpotensi berubah menjadi ruang abu-abu antara kelalaian dan penyimpangan.

Lebih mengkhawatirkan, bangunan tersebut diduga berdiri di atas tanah bongkaran tanpa pemadatan yang memadai. Sloof dasar disebut tanpa pondasi yang layak—sebuah kombinasi yang dalam literatur rekayasa struktur dikenal sebagai formula kegagalan dini, terlebih di wilayah rawan gempa seperti Lombok Timur. Di kawasan dengan sejarah seismik yang nyata, pengabaian standar fondasi bukan sekadar kesalahan teknis; itu adalah perjudian terhadap keselamatan publik.

Indikasi penggunaan perancah bambu, sementara dalam RAB tercantum anggaran sewa steger, mempertegas dugaan disparitas antara dokumen perencanaan dan praktik di lapangan. Dalam kajian pengadaan barang dan jasa negara, perbedaan antara spesifikasi kontraktual dan realisasi fisik merupakan indikator klasik moral hazard.

Di sisi ketenagakerjaan, laporan menyebut pekerja tanpa kontrak resmi, tanpa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta minim standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Helm dan body harness bukan hanya alat, melainkan representasi penghormatan terhadap nyawa manusia. Ketika standar K3 diabaikan dalam proyek negara, yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi, tetapi legitimasi moral institusi.

Yang lebih problematik, Kapolres Lombok Timur disebut merangkap sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bahkan diduga berperan sebagai supplier. Jika dugaan ini terbukti, maka terjadi konsentrasi kewenangan yang bertentangan dengan prinsip check and balance dalam sistem pengadaan publik. Konflik kepentingan dalam proyek negara bukan sekadar cacat prosedural; ia berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran hukum serius.

Belum lagi dugaan penggunaan solar subsidi untuk operasional proyek konstruksi. Dalam regulasi energi nasional, proyek skala besar wajib menggunakan solar industri. Jika benar terjadi penyimpangan, maka ini bukan hanya persoalan administratif, tetapi indikasi penyalahgunaan fasilitas negara yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil.

Pertanyaan mendasarnya sederhana namun fundamental: mengapa peresmian dilakukan sebelum audit komprehensif dan transparan dilaksanakan? Dalam etika pemerintahan, simbol peresmian oleh pejabat tinggi adalah bentuk endorsement institusional. Ia mengirim pesan kepada publik bahwa proyek tersebut telah bersih dari problem.

Namun jika berbagai dugaan ini belum diuji secara independen, maka peresmian itu justru berisiko menjadi legitimasi prematur atas proyek yang belum tuntas dipertanggungjawabkan.

Negara tidak boleh mengandalkan seremoni sebagai substitusi akuntabilitas. Gedung boleh berdiri, papan nama boleh terpasang, dan karpet merah boleh digelar. Tetapi tanpa audit terbuka dan klarifikasi menyeluruh, publik berhak bertanya: apakah yang diresmikan adalah fasilitas pelayanan, atau monumen diam dari tata kelola yang retak?

Dalam negara hukum, kepercayaan publik bukan dibangun oleh pita yang terpotong melainkan oleh transparansi yang tak terpotong.***


(SandiP)

COMMENTS





Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,18,Bandung,78,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,38,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,80,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,48,belawan,28,belitung,586,belitung timur,27,beltim,66,bengkalis,3,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,18,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,3,ciamis,1287,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,91,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,9,Halmahera Timur,4,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,731,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,10,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,46,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,4,Kab.Tasikmalaya,7,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,63,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1558,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,Lalilef,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,17,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,19,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,3,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,107,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,8,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,18,Maybrat,1,meda,1,medan,930,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,3,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,78,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,80,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1108,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,768,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,43,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,122,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,338,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,Sofifi,1,solo,1,solok,1,sorong,149,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,4,sumsel,7,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,2,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,2,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,363,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,9,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,242,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,16726,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,6,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,131,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,6,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: POTONG PITA DI ATAS TANDA TANYA: Kapolda NTB Resmikan Gedung BPKB Rp25,7 M, Publik Curiga Ini Monumen Kejanggalan
POTONG PITA DI ATAS TANDA TANYA: Kapolda NTB Resmikan Gedung BPKB Rp25,7 M, Publik Curiga Ini Monumen Kejanggalan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMeNSwPo86V1haW84_hCoSASk8yRddlKbbIz8C9qsfLF4DfHSXUcsqIa_i4TsacAe2QVluVX5EETdmgxqq1-wI4J0XIW7Z3dVm0xkhLwVJGtaDcHi1OCuTbW41gxlygNM8LURDiriCwZZpYpN7er1PX9zVTIbcDCpK-CeSRTJ0Zkl-HgJBN3FQS8jYDrxc/s320/1003306689.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMeNSwPo86V1haW84_hCoSASk8yRddlKbbIz8C9qsfLF4DfHSXUcsqIa_i4TsacAe2QVluVX5EETdmgxqq1-wI4J0XIW7Z3dVm0xkhLwVJGtaDcHi1OCuTbW41gxlygNM8LURDiriCwZZpYpN7er1PX9zVTIbcDCpK-CeSRTJ0Zkl-HgJBN3FQS8jYDrxc/s72-c/1003306689.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2026/02/potong-pita-di-atas-tanda-tanya-kapolda.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2026/02/potong-pita-di-atas-tanda-tanya-kapolda.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy