“THR 100% di Atas Kertas, 50% di Rasa-rasa: Ketika Keadilan Fiskal ASN Dipertanyakan”

Kota Tasikmalaya, RK Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi mengacu pada Peraturan Wali Kota Nomor 5 Tahun 2026 tentang teknis pemberian THR dan ...


Kota Tasikmalaya, RK

Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi mengacu pada Peraturan Wali Kota Nomor 5 Tahun 2026 tentang teknis pemberian THR dan gaji ke-13 yang bersumber dari APBD. namun implementasi dari regulasi tersebut diporsikan dengan Skema : pembayaran THR gaji 100% untuk guru, dan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) THR sebesar 50% untuk seluruh SKPD, termasuk puskesmas dan unit kerja pada SKPD.


Di atas kertas, kebijakan ini tampak proporsional. Namun di lapangan, realitasnya jauh dari kata setara.


Masalah mendasarnya bukan pada angka 50 persen itu sendiri, melainkan pada fondasi perhitungannya TPP yang bersifat variatif. Artinya, 50 persen dari angka besar tetap besar, sementara 50 persen dari angka kecil tetap kecil—dan dalam konteks birokrasi, selisih itu bukan lagi soal nominal, melainkan soal rasa keadilan.


Seorang kepala OPD dengan TPP tinggi tetap menikmati THR yang signifikan, bahkan setelah “dipotong” 50 persen. Sebaliknya, staf pelayanan di puskesmas—yang berada di garda terdepan layanan publik—harus menerima kenyataan bahwa “setengah” dari kecil tetaplah kecil.


Kebijakan ini secara tidak langsung menciptakan dua wajah THR: satu untuk mereka yang sudah tinggi, dan satu lagi untuk mereka yang tetap bertahan di bawah.


Dalam perspektif keadilan distributif, kebijakan ini layak dipertanyakan. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, seharusnya hadir untuk menyeimbangkan ketimpangan, bukan justru mengukuhkannya melalui formula administratif.


Ironinya, istilah “untuk seluruh SKPD” yang terdengar inklusif, justru menyamarkan disparitas struktural di dalamnya. Semua dapat—tetapi tidak semua merasakan hal yang sama.


YLBH – Merah Putih Tasikmalaya menilai bahwa pendekatan kebijakan seperti ini menunjukkan kegagalan dalam membaca sensitivitas sosial ASN. Ketika kesejahteraan dijadikan angka matematis tanpa mempertimbangkan proporsi keadilan, maka kebijakan berubah menjadi sekadar formalitas administratif—bukan solusi.


Lebih jauh, kondisi ini berpotensi memperlebar jarak psikologis antar jenjang ASN. Di satu sisi ada yang menerima dengan “cukup”, di sisi lain ada yang hanya bisa berkata “ya sudah”. Dan dari “ya sudah” itulah, biasanya lahir apatisme—musuh paling sunyi dalam birokrasi.


Jika pemerintah daerah tidak segera melakukan evaluasi atau setidaknya membuka ruang transparansi dan komunikasi yang jujur, maka polemik THR ini tidak akan berhenti sebagai isu musiman. Ia akan menjadi catatan permanen tentang bagaimana keadilan dipersepsikan—dan dipertanyakan.


Sebab pada akhirnya, yang diuji bukan hanya kemampuan membayar THR, tetapi keberanian untuk berlaku adil.


— Endra R

COMMENTS



Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,18,Bandung,78,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,39,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,81,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,48,belawan,29,belitung,598,belitung timur,28,beltim,69,bengkalis,4,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,18,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,3,ciamis,1345,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,97,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,9,Halmahera Timur,4,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,732,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,10,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,46,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,7,Kab.Tasikmalaya,7,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,64,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1563,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,Lalilef,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,17,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,22,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,3,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,108,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,8,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,18,Maybrat,1,meda,1,medan,975,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,3,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,78,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,87,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1165,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,768,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,44,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,125,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,340,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,Sofifi,1,solo,1,solok,1,sorong,149,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,4,sumsel,7,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,3,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,6,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,363,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,9,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,251,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,16952,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,6,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,132,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,7,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: “THR 100% di Atas Kertas, 50% di Rasa-rasa: Ketika Keadilan Fiskal ASN Dipertanyakan”
“THR 100% di Atas Kertas, 50% di Rasa-rasa: Ketika Keadilan Fiskal ASN Dipertanyakan”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTVzauVeAAlqr669Yb_E_Pg42d9-KBDKBGg4WCgv4UcgZXW3tDeHCFf3qLpPeRz1mlGjovur9U2mnHKQubZlNYp6Us3eUn7_rcrPNBAVhtIH2LAvFFZOiPozeL4RMldcu5ULzQndQTgfG_C3NLCBD3Ta_0MIsuvRjIYuj1KyzDj-RrPUh_borwGWeUweIZ/s320/1003664425.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTVzauVeAAlqr669Yb_E_Pg42d9-KBDKBGg4WCgv4UcgZXW3tDeHCFf3qLpPeRz1mlGjovur9U2mnHKQubZlNYp6Us3eUn7_rcrPNBAVhtIH2LAvFFZOiPozeL4RMldcu5ULzQndQTgfG_C3NLCBD3Ta_0MIsuvRjIYuj1KyzDj-RrPUh_borwGWeUweIZ/s72-c/1003664425.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2026/03/thr-100-di-atas-kertas-50-di-rasa-rasa.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2026/03/thr-100-di-atas-kertas-50-di-rasa-rasa.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy