SIMALUNGUN, Radar Kriminal Teknologi memudahkan masyarakat melaporkan kejahatan. Melalui pesan WhatsApp pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, warg...
SIMALUNGUN, Radar Kriminal
Teknologi memudahkan masyarakat melaporkan kejahatan. Melalui pesan WhatsApp pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, warga Kelurahan Perdagangan III melaporkan penemuan tiga pintu besi di pinggir jalan Huta IV Nagori Bandar. Tim Reskrim Polsek Perdagangan langsung bergerak dan menemukan bahwa ketiga pintu besi tersebut diduga hasil curian yang dilaporkan oleh Edi Cendana lima hari sebelumnya.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Minggu sore, 1 Maret 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, menjelaskan penemuan pintu besi curian. "Unit Reskrim Polsek Perdagangan berhasil mengamankan 3 pintu besi yang diduga hasil curian berdasarkan laporan masyarakat melalui WhatsApp pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, sekitar pukul 09.53 WIB. Ini adalah bukti bahwa pelaporan melalui media sosial sangat efektif," ujar Kasi Humas membuka penjelasannya.
Laporan awal datang dari masyarakat melalui WhatsApp. "Seorang warga Kelurahan Perdagangan III mengirim pesan WhatsApp kepada Polsek Perdagangan tentang penemuan pintu besi warna hijau yang terletak di pinggir jalan baru di Huta IV Nagori Bandar, Kecamatan Bandar. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Polsek," ungkap AKP Verry menjelaskan sumber informasi.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPK) Polsek Perdagangan AIPTU Charles Hutauruk yang memimpin tim langsung merespons. "Begitu terima laporan via WhatsApp pukul 09.53 WIB, saya langsung ajak anggota Reskrim untuk cek lokasi. Kami tidak mau kehilangan waktu karena barang bukti bisa saja diambil orang lain atau dipindahkan pelaku," kata AIPTU Charles menjelaskan respons cepat.
Tim terdiri dari empat personel berpengalaman. "Hadir Ka SPK AIPTU Charles Hutauruk, AIPDA G. Tampubolon, AIPDA J. Napitupulu, dan AIPDA Bambang, semua dari Unit Reskrim Polsek Perdagangan. Kami adalah tim solid yang berpengalaman dalam penanganan kasus pencurian," ungkap AIPTU Charles merinci personel.
Sesampainya di lokasi, tim menemukan tiga buah pintu besi warna hijau. "Kami tiba di lokasi dan langsung menemukan 3 pintu besi warna hijau yang terletak di pinggir jalan di Huta IV Nagori Bandar. Pintu-pintu ini sepertinya sengaja dibuang atau ditinggalkan pelaku karena kepanasan atau takut ketahuan," ungkap AIPDA G. Tampubolon yang ikut dalam tim.
Tim langsung melakukan pemeriksaan awal dan mencocokkan dengan data laporan. "Kami ingat ada laporan pencurian pintu besi dari Saudara Edi Cendana pada Rabu, 25 Februari 2026. Kami cek data dan cocok! Warna, ukuran, dan ciri-ciri pintu besi yang kami temukan sesuai dengan yang dilaporkan," kata AIPDA J. Napitupulu menjelaskan proses identifikasi.
Laporan awal dari Edi Cendana menyebutkan pencurian empat pintu besi. "Saudara Edi Cendana melaporkan pencurian 4 pintu besi ruko miliknya sesuai Laporan Polisi Nomor LP/B/67/II/2025/SPKT/POLSEK PERDAGANGAN tanggal 25 Februari 2026. Kami temukan 3 pintu. Berarti masih ada 1 pintu yang belum ketemu," ungkap AIPTU Charles.
Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor, SH, MH, yang memerintahkan penanganan kasus ini, menjelaskan langkah selanjutnya. "Saat ini petugas Polsek Perdagangan akan melakukan koordinasi dengan korban Saudara Edi Cendana untuk memastikan kepemilikan 3 pintu besi yang ditemukan. Kami minta beliau datang untuk identifikasi," kata Kapolsek.
AIPDA Bambang yang ikut dalam tim menjelaskan kondisi barang bukti. "Ketiga pintu besi dalam kondisi utuh, tidak rusak. Hanya sedikit kotor karena diletakkan di pinggir jalan. Nilai ketiga pintu ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Ini adalah kerugian yang tidak kecil bagi korban," ungkap AIPDA Bambang.
Tim saat ini masih melakukan rangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku. "Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Kami akan cari tahu siapa pelakunya, bagaimana mereka mengangkut pintu besi yang berat ini, dan kenapa mereka membuang di pinggir jalan. Kami yakin akan segera mengungkap pelaku," kata.
Andi

COMMENTS