YLBH-Merah Putih Tasikmalaya: Ketika Pemerintah Daerah Kehilangan Keberanian: Iklim Investasi Tasikmalaya Dipertanyakan

Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal  Dalam sistem pemerintahan yang berlandaskan negara hukum, setiap kebijakan seharusnya berdiri di atas atur...


Kota Tasikmalaya, Radar Kriminal 

Dalam sistem pemerintahan yang berlandaskan negara hukum, setiap kebijakan seharusnya berdiri di atas aturan, bukan di bawah tekanan kepentingan tertentu. Pemerintah memiliki kewenangan, tetapi sekaligus memiliki kewajiban: menegakkan aturan secara konsisten tanpa tunduk pada tekanan yang bersifat pribadi maupun kelompok.


Prinsip tersebut bukan sekadar etika birokrasi, melainkan amanat hukum. Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, setiap tindakan pejabat pemerintah harus berlandaskan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), termasuk asas kepastian hukum, profesionalitas, dan larangan penyalahgunaan wewenang. Artinya, pejabat publik tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan tekanan non-regulatif.


Hal yang sama ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mewajibkan pemerintah daerah menjaga tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah.


Namun realitas di lapangan sering kali memperlihatkan gambaran yang berbeda.


Di Kota Tasikmalaya, sejumlah peristiwa yang mencuat ke publik belakangan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah pemerintah daerah benar-benar berdiri di atas regulasi, atau justru berada di bawah tekanan kepentingan tertentu?


Kesan yang muncul di masyarakat justru sebaliknya. Ketika menyangkut kewajiban fiskal, pemerintah terlihat sigap. Pajak dan retribusi dipungut secara rutin dari para pelaku usaha yang beroperasi di wilayah kota.


Namun ketika pelaku usaha yang sama menghadapi persoalan yang menghambat jalannya kegiatan usaha—bahkan ketika mereka telah beroperasi berdasarkan regulasi yang berlaku—pemerintah justru terlihat ragu, gamang, bahkan cenderung menghindar dari tanggung jawab penyelesaian.


Di ruang publik, situasi ini bahkan mulai dirangkum dengan kalimat satir yang beredar di kalangan masyarakat:

“Pajak dipenta, kurang ditagih. Tapi kalau ada masalah, pemerintah angkat tangan.”


Kalimat itu mungkin terdengar keras, tetapi mencerminkan kegelisahan yang nyata di kalangan pelaku usaha.


Padahal, keberadaan investor di suatu daerah bukan sekadar aktivitas ekonomi biasa. Investor membawa modal, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.


Karena itu, negara melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal menjamin bahwa setiap investor berhak memperoleh kepastian hukum, perlindungan usaha, serta perlakuan yang adil dari pemerintah.


Dalam praktiknya, kepastian hukum itulah yang menjadi pertimbangan utama bagi investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah. Investor tidak semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga mencari stabilitas kebijakan dan keberanian pemerintah dalam menegakkan aturan.


Tanpa dua hal tersebut, investasi menjadi aktivitas yang penuh risiko.


Jika pemerintah terlihat ragu dalam mengambil keputusan ketika terjadi konflik atau tekanan di lapangan, pesan yang sampai kepada investor sangat jelas: kepastian hukum di daerah tersebut masih dipertanyakan.


Bagi investor yang sedang mempertimbangkan menanamkan modal di suatu daerah, sinyal seperti itu bukan hal kecil. Dalam dunia investasi, ketidakpastian regulasi sering kali lebih menakutkan daripada risiko bisnis itu sendiri.


Karena itu, YLBH–Merah Putih Tasikmalaya menilai pemerintah daerah harus segera menunjukkan keberanian institusional dalam menjalankan kewenangannya.


Keberanian yang dimaksud bukanlah retorika keras atau simbol-simbol maskulinitas politik. Keberanian dalam pemerintahan berarti ketegasan dalam menegakkan aturan tanpa tunduk pada tekanan yang tidak memiliki dasar hukum.


Jika pemerintah membiarkan tekanan non-regulatif memengaruhi kebijakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nasib satu pelaku usaha. Yang dipertaruhkan adalah reputasi iklim investasi Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.


Dalam jangka panjang, ketidakpastian seperti ini dapat menciptakan efek domino: investor menunda rencana investasi, modal berpindah ke daerah lain, peluang kerja berkurang, dan potensi peningkatan PAD ikut terhambat.


Karena itu, pertanyaan yang kini mulai muncul di ruang publik sebenarnya sederhana namun mendasar:


Apakah Pemerintah Kota Tasikmalaya siap berdiri tegak di atas aturan, atau justru terus membiarkan tata kelola pemerintahan berjalan di bawah bayang-bayang tekanan kepentingan tertentu?


Dalam negara hukum, jawabannya seharusnya hanya satu: pemerintahan harus tunduk pada regulasi, bukan pada tekanan.


- Endra R

COMMENTS



Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,18,Bandung,78,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,39,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,81,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,48,belawan,29,belitung,598,belitung timur,28,beltim,69,bengkalis,4,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,18,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,3,ciamis,1345,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,97,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,9,Halmahera Timur,4,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,732,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,10,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,46,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,7,Kab.Tasikmalaya,7,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,64,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1563,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,Lalilef,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,17,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,22,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,3,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,108,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,8,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,18,Maybrat,1,meda,1,medan,974,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,3,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,78,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,87,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1165,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,768,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,44,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,125,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,340,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,Sofifi,1,solo,1,solok,1,sorong,149,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,4,sumsel,7,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,3,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,6,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,363,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,9,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,251,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,16951,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,6,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,132,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,7,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: YLBH-Merah Putih Tasikmalaya: Ketika Pemerintah Daerah Kehilangan Keberanian: Iklim Investasi Tasikmalaya Dipertanyakan
YLBH-Merah Putih Tasikmalaya: Ketika Pemerintah Daerah Kehilangan Keberanian: Iklim Investasi Tasikmalaya Dipertanyakan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvSRBesLFgRhjBBi6MXisd6vKCkS5OE-TkVWm7_UBSF1R3_oKc9JGa9V8u4imdlNcgtloOM18H8S2LsQdyM3nIgy3OcZ0Tl0ag0_nLVLFyIIL3ViTMMW-DIaJx_77-AOApnCz3XnRTj29JYFV6zGylw-5vtkIMM2bPalFDTepd2iGl32Ssiy5xX2SSir5e/s320/1003624430.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvSRBesLFgRhjBBi6MXisd6vKCkS5OE-TkVWm7_UBSF1R3_oKc9JGa9V8u4imdlNcgtloOM18H8S2LsQdyM3nIgy3OcZ0Tl0ag0_nLVLFyIIL3ViTMMW-DIaJx_77-AOApnCz3XnRTj29JYFV6zGylw-5vtkIMM2bPalFDTepd2iGl32Ssiy5xX2SSir5e/s72-c/1003624430.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2026/03/ylbh-merah-putih-tasikmalaya-ketika.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2026/03/ylbh-merah-putih-tasikmalaya-ketika.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy