“Dapur Mati, Jabatan Dipertanyakan: Amarah Ibu-Ibu Lombok Timur Menggugat, Bupati Diminta Angkat Kaki!”

LOMBOK TIMUR, RK April 2026 — Jika dapur adalah jantung rumah tangga, maka hari ini Lombok Timur sedang mengalami “serangan jantung sosial”....


LOMBOK TIMUR, RK

April 2026 — Jika dapur adalah jantung rumah tangga, maka hari ini Lombok Timur sedang mengalami “serangan jantung sosial”. Api kompor padam, bukan karena tak ada bahan makanan, melainkan karena gas melon, hak dasar rakyat kecil menghilang dari peredaran atau menjelma barang mewah dengan harga yang mencekik logika.


Gelombang kemarahan publik kini tak lagi bisa disembunyikan. Di media sosial, di pasar, di gang-gang sempit, hingga ke pelosok desa satu nada menggema: aksi besar harus digelar, dan pemimpin harus bertanggung jawab. Seruan aksi yang dijadwalkan pada Rabu, 15 April 2026, di kantor bupati menjadi titik didih dari akumulasi kekecewaan yang selama ini dipendam.


Namun ini bukan sekadar aksi biasa. Ini adalah ledakan sosial yang dipimpin oleh mereka yang selama ini diremehkan: ibu-ibu rumah tangga.


Mereka yang tiap hari berjibaku di dapur, kini akan turun ke jalan dengan satu pesan yang lebih tajam dari pisau dapur: “Kalau kami tidak bisa masak, maka kalian tidak layak memimpin!” ujar salah satu ibu rumah tangga dari kec. Masbagik.


“Bupati itu kerja apa sebenarnya? Kami ini rakyat kecil, bukan pengemis! Masa gas saja tidak bisa diurus? Lebih baik mundur saja kalau tidak mampu!” teriak seorang ibu dari Kec. Sakra Barat dengan suara bergetar, namun penuh amarah yang tak lagi bisa ditahan.


Nada serupa juga datang dari ibu rumah tangga lainnya yang bahkan menyebut kondisi ini sebagai bentuk “penelantaran sistematis”.


“Ini bukan langka lagi, ini sudah kejam! Kami disuruh hidup bagaimana? Anak-anak kami makan apa? Kalau pemimpin tidak peka begini, ya silakan turun saja dari kursi itu!” ujarnya seorang ibu dari Kec. Terara dengan lantang.


Secara akademik, situasi ini mencerminkan kegagalan serius dalam tata kelola distribusi subsidi. Ketika barang bersubsidi tidak tepat sasaran dan justru menghilang di tingkat masyarakat miskin, maka patut diduga ada kebocoran sistemik entah karena lemahnya pengawasan, permainan distribusi, atau ketidakmampuan struktural pemerintah daerah dalam mengendalikan krisis.


Sejumlah tokoh masyarakat pun tak lagi berbicara diplomatis. Kritik mereka berubah menjadi tudingan keras yang nyaris tanpa tedeng aling-aling.


“Ini bukan sekadar kelangkaan, ini bukti ketidakbecusan! Pemerintah daerah terlihat seperti penonton, bukan pengendali. Kalau terus begini, wajar kalau rakyat minta bupati mundur. Jangan tunggu rakyat yang ‘memaksa’,” tegas seorang tokoh masyarakat Sakra dengan nada dingin namun menghantam.


Tokoh masyarakat Suralaga bahkan menyindir tajam kepemimpinan daerah yang dinilai sibuk dengan pencitraan, namun abai pada realitas lapangan.


“Kalau urus pencitraan cepat, tapi urus gas lambat, itu namanya pemimpin gagal fokus. Rakyat tidak butuh baliho, rakyat butuh gas!” katanya sinis.


Fenomena ini menandai apa yang dalam kajian politik disebut sebagai krisis legitimasi akut. Ketika kebutuhan paling dasar memasak untuk keluarga tak lagi bisa dipenuhi, maka kepercayaan publik runtuh bukan karena propaganda lawan politik, tetapi karena kegagalan nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat.


Lebih berbahaya lagi, kemarahan ini bersifat organik tumbuh dari pengalaman sehari-hari, bukan rekayasa elite. Dan sejarah selalu mengajarkan: kemarahan organik jauh lebih sulit dipadamkan.

Jika pemerintah daerah masih memilih diam, lamban, atau sekadar memberi klarifikasi normatif tanpa solusi konkret, maka aksi 15 April bisa berubah dari sekadar demonstrasi menjadi momen delegitimasi terbuka terhadap kekuasaan.


Sebab pada akhirnya, rakyat tidak menuntut hal yang muluk. Mereka hanya ingin satu hal sederhana: dapur tetap menyala.


Namun jika itu saja gagal dijamin, maka satu pertanyaan brutal tak terelakkan akan terus menggema di jalanan Lombok Timur:

“Kalau gas saja tak bisa diurus, untuk apa mempertahankan kekuasaan?” ***

Seyusandi

COMMENTS



Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,18,Bandung,78,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,39,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,81,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,28,bekasi,48,belawan,29,belitung,601,belitung timur,28,beltim,69,bengkalis,4,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,18,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,3,ciamis,1356,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,97,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,9,Halmahera Timur,4,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,732,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,12,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,10,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,47,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,9,Kab.Tasikmalaya,8,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,64,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1563,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,Lalilef,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,17,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,22,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,3,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,108,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,8,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,18,Maybrat,1,meda,1,medan,985,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,3,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,78,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,87,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1179,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,768,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,44,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,15,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,125,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,340,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,Sofifi,1,solo,1,solok,1,sorong,149,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,4,sumsel,7,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,3,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,6,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,363,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,9,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,255,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,16999,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,6,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,134,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,7,wonogiri,2,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
radarkriminal.com: “Dapur Mati, Jabatan Dipertanyakan: Amarah Ibu-Ibu Lombok Timur Menggugat, Bupati Diminta Angkat Kaki!”
“Dapur Mati, Jabatan Dipertanyakan: Amarah Ibu-Ibu Lombok Timur Menggugat, Bupati Diminta Angkat Kaki!”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQeEAjMaJm-UNOlhcD7kH5W7cjO6I2HTrA-F7CP3C_kIa66gCHjSV0b2YNo7EfFC9dq9aiALMKWKRUm3kbJmolP1wXZSH4U2ixQXjfM3OrHa9wZIZQNdwl9hyWAYBRmQO_noQ_vlgX7wHRGVaDf3E0Mk76dn5GN_MD1pDka6pWcAE3eM5bFKwmaShys_5g/s320/1003918208.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQeEAjMaJm-UNOlhcD7kH5W7cjO6I2HTrA-F7CP3C_kIa66gCHjSV0b2YNo7EfFC9dq9aiALMKWKRUm3kbJmolP1wXZSH4U2ixQXjfM3OrHa9wZIZQNdwl9hyWAYBRmQO_noQ_vlgX7wHRGVaDf3E0Mk76dn5GN_MD1pDka6pWcAE3eM5bFKwmaShys_5g/s72-c/1003918208.jpg
radarkriminal.com
https://www.radarkriminal.com/2026/04/dapur-mati-jabatan-dipertanyakan-amarah.html
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/
https://www.radarkriminal.com/2026/04/dapur-mati-jabatan-dipertanyakan-amarah.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy