Pandeglang, Radarkriminal.com Rumah milik Sakroni, warga Kampung Sukapura, Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Prov...
Pandeglang, Radarkriminal.com
Rumah milik Sakroni, warga Kampung Sukapura, Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah setelah tertimpa pohon kelapa yang roboh beberapa pekan lalu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam Rabu, 14 April 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung, seluruh anggota keluarga berhasil selamat saat kejadian berlangsung.
Yuliani, istri Sakroni, menuturkan saat kejadian dirinya bersama ketiga anaknya sedang berada di dalam rumah, sedangkan suaminya berada di bagian dapur.
“Waktu kejadian saya sama anak-anak lagi tiduran di dalam rumah, suami ada di dapur. Alhamdulillah semuanya selamat,” ujar Yuliani kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kediamannya, Sakroni diketahui sedang tidak berada di tempat. Yuliani saat itu didampingi ibu kandungnya yang turut menyaksikan kondisi rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Yuliani mengatakan, hingga kini rumah mereka belum mampu diperbaiki lantaran keterbatasan biaya. Suaminya sehari-hari bekerja serabutan membuat bilik bambu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Suami kerja serabutan bikin bilik. Sampai sekarang rumah belum bisa diperbaiki karena belum punya biaya,” katanya.
Sakroni dan Yuliani diketahui memiliki tiga anak. Anak pertama berusia sekitar 7 tahun, sedangkan dua anak lainnya masih balita, masing-masing berusia 4 tahun dan 4 bulan. Sementara satu anak lainnya dari pernikahan sebelumnya diketahui sedang merantau di Jakarta.
Akibat kondisi rumah yang rusak cukup parah, keluarga tersebut kini terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah orang tua Yuliani.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi rumah terlihat memprihatinkan. Bagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak bagian genteng dan rangka atap yang hancur akibat tertimpa batang pohon kelapa.
Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu juga tampak mulai lapuk dan rusak di sejumlah bagian. Bahkan dari dalam rumah terlihat cahaya matahari langsung masuk melalui bagian atap yang bolong dan rusak.
Meski kondisi rumah mengalami kerusakan cukup berat, keluarga Sakroni hingga kini belum mampu melakukan perbaikan karena keterbatasan ekonomi.
Yuliani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait agar rumah mereka dapat kembali diperbaiki dan ditempati bersama anak-anaknya.
“Harapannya semoga ada bantuan supaya rumah bisa diperbaiki lagi,” tuturnya.
(YEN))

COMMENTS